Berdasarkan data pergerakan valuta asing Kamis 22 Oktober 2026, mata uang rupiah melemah 62,3 poin atau 0,35 persen ke posisi Rp18.047,9. Penguatan dolar AS tersebut menambah tekanan terhadap rupiah di tengah pergerakan mata uang global yang bervariasi.
Baca Juga :
BI Pertahankan BI Rate 5,75%, Bagaimana Kebijakan Terbaru untuk Rupiah?Tekanan terhadap rupiah juga terlihat dari pergerakan sejumlah mata uang Asia. Mata uang Won Korea Selatan menguat 0,35 persen ke level Rp13,64 per won. Posisi tersebut sekaligus menjadi yang tertinggi dalam rentang 52 minggu terakhir.
Mata uang Yuan China juga mencatatkan rekor tertinggi dalam periode yang sama dengan naik 0,11 persen ke posisi Rp2.703,65 per yuan. Sementara itu, yen Jepang menguat 0,20 persen ke level Rp114,24 per yen. Ringgit Malaysia naik 0,08 persen ke posisi Rp4.421,89 per ringgit.
Baht Thailand turut menguat 0,07 persen ke level Rp537,20 per baht. Adapun dolar Singapura naik 0,06 persen ke posisi Rp14.126,45 per dolar Singapura.Berbeda dengan mayoritas mata uang tersebut, euro terpantau stagnan di level Rp20.278 per euro.
Di tengah pelemahan rupiah terhadap sejumlah mata uang utama, Indeks Dolar AS atau US Dollar Index (DXY) justru melemah tipis 0,09 persen ke posisi 101,510.
Pergerakan nilai tukar tersebut menunjukkan rupiah menghadapi tekanan terhadap mayoritas mata uang yang dipantau pada perdagangan pagi ini. Meski demikian, arah pergerakan rupiah selanjutnya masih akan dipengaruhi dinamika pasar keuangan global dan domestik.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
- URL Berhasil di Salin Rupiah Melemah Berjamaah, Dolar AS Tembus Rp18.047 Klik untuk baca: https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/dN6yDJvK-rupiah-melemah-berjamaah-dolar-as-tembus-rp18-047
(SAW)






Komentar (0)