Grid.ID - Seorang remaja berusia 19 tahun jatuh ke jurang 25 meter di Ubud Bali. Remaja itu terperosok ke jurang setelah buang air kecil pada dini hari.
Adapun sosok remaja tersebut bernama Mohammad Nafiil Mu Azril (19), asal Lumajang, Jawa Timur. Mohammad Nafiil diketahui jatuh ke jurang di Tukad Jasan dengan kedalaman sekitar 25 meter di Jalan Andong, Desa Petulu, Kecamatan Ubud, Gianyar.
Beruntung, korban berhasil selamat setelah tersangkut di antara pepohonan. Lantas bagaimana kronologi remaja jatuh ke jurang 25 meter di Ubud, Bali? Simak ulasannya.
Kronologi Remaja Jatuh ke Jurang 25 Meter di Ubud Bali
Diketahui, peristiwa jatuhnya remaja ke jurang itu bermula saat pukul 07.00 Wita. Kala itu, karyawan perusahaan di kawasan setempat mendengar suara minta tolong dari dasar jurang.
Mendengar hal itu, mereka lantas lapor polisi hingga aparat kepolisian hingga BPBD Gianyar pun mendatangi lokasi. Sementara itu, rekan sekamar korban, Mohammad Feri (21) dan Sandi Maulana (19), menyebut tidak ada kejadian mencurigakan pada malam harinya.
Mereka tidur bersama di kamar karyawan lantai dua sekitar pukul 22.00 Wita. Namun, sekitar pukul 04.00 Wita, korban terbangun dan keluar kamar untuk buang air kecil.
Saat itu, korban disebut berjalan sempoyongan dan tidur ke bawah. Sementara itu, rekan-rekan korban memilih melanjutkan tidur.
Saat bangun pagi, kedua rekan korban mengakui tidak menemukan korban di kamar. Mereka juga tidak mengetahui di mana korban berada.
“Ada sekitar pukul 04.00 Wita dia keluar kamar bilang kebelet pipis. Dengan sempoyongan dia turun ke bawah. Kita lanjut tidur,” ungkap Sandi yang dibenarkan Mohammad Feri dilansir TribunBali.com.
Korban Ditemukan
Korban ditemukan usai sejumlah karyawan yang sedang menikmati kopi pagi di teras mendengar suara minta tolong dari arah jurang. Setelah memastikan suara tersebut, para karyawan tampak panik.
Salah seorang rekan korban bahkan nekat turun menggunakan tali seling untuk melihat kondisi korban dari dekat. Karyawan lainnya kemudian menghubungi pemilik perusahaan sebelum melaporkan kejadian itu kepada aparat desa, kepolisian, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar.
Setelah petugas tiba, proses evakuasi pun dilakukan. Petugas berhasil mengangkat korban dari dasar jurang dalam waktu sekitar 15 menit dengan kondisi medan yang cukup terjal.
Beruntung, korban hanya mengalami luka lecet. Ia juga mengeluhkan rasa sakit pada bagian lengan kemudian dibawa ke rumah sakit.
Melansir TribunTrends.com, BPBD Gianyar meminta pihak pengelola kawasan memperhatikan aspek keselamatan di sekitar jurang. Salah satu langkah yang disarankan adalah memasang pagar pengaman untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Kepala Pelaksana BPBD Gianyar, Ida Bagus Putu Suamba, lokasi tersebut tergolong rawan karena berada di kawasan yang memiliki aktivitas karyawan cukup padat. Selain risiko terjatuh, kondisi lingkungan di sekitar tebing juga menjadi perhatian.
Sejumlah karyawan menyebut area tersebut kerap digunakan untuk buang air kecil sembarangan, membuang sampah, hingga menjemur pakaian.
Di pinggir jurang juga terdapat sebuah palinggih atau tempat suci yang, menurut keterangan karyawan setempat, tidak pernah dihaturkan sesajen.
Demikianlah kronologi remaja jatuh ke jurang 25 meter di Ubud, Bali. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)