Survei Tunjukkan Masalah Harga Kebutuhan Pokok, Ketahanan Pangan Jadi Kunci

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Harga kebutuhan pokok mahal merupakan masalah yang paling disorot masyarakat berdasarkan hasil survei Poltracking Indonesia. Tidak hanya menempati posisi pertama, persentase 45,9 persen terpaut jauh dari masalah lapangan kerja (9,3 persen) di posisi kedua.

Menanggapi survei tersebut, Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Kurnia Ramadhana, menyebut kebijakan ketahanan pangan menjadi kunci mengatasi masalah tersebut. Kebijakan tersebut akan membuat stok pangan berlimpah, sehingga berimplikasi pada stabilisasi harga.

"Dan saat ini juga saya rasa Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional terus memantau operasi pasar, memastikan agar ada stabilitas harga, bahkan harga itu turun," ujar Kurnia, dalam program Cover Both Sides Metro TV, Rabu, 21 Oktober 2026.

Ia memastikan, pertanian menjadi salah satu fokus Presiden RI, Prabowo Subianto. Selain deregulasi pupuk dan insentif lainnya, rantai pasok hasil tani bisa diedarkan ke masyarakat melalui instrumen baru yaitu Koperasi Desa Merah Putih.

"Salah satu concern dari Presiden itu adalah aspek pertanian," jelasnya.

Cover Both Sides episode 2 tahun Prabowo-Gibran: Apa Kata Survei?. Dok. Metro TV.

Kurnia memastikan, hasil survei kepercayaan publik akan jadi bahan evaluasi pemerintah. Termasuk adanya penurunan signifikan pada Mei-Juli 2026 dari 72,2 persen menjadi 58,4 persen berdasarkan survei Poltracking Indonesia.

Ia menjelaskan, survei merupakan cerminan dari persepsi masyarakat. Menurutnya, penurunan berbarengan dengan adanya kasus korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN) terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Kepala BGN saat itu ditetapkan tersangka oleh Kejaksaan Agung. Barangkali dalam konteks itu persepsi masyarakat menurun kepada pemerintah," katanya.

Baca Juga :

Survei Poltracking: Kepercayaan Publik terhadap Prabowo-Gibran Capai 64,8 Persen
Kurnia memastikan, pemerintah akan mencatat masukan-masukan masyarakat seiring dengan penurunan tersebut. Menurutnya, perbaikan-perbaikan program MBG, bahkan program prioritas lain seperti Koperasi Desa Merah Putih langsung dijalankan.

"Dan saya bisa jelaskan sederet perbaikan dari masukan-masukan masyarakat tersebut," ucapnya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Sahroni Setuju Usul Redefinisi Korupsi: Tindak Lanjuti dengan Revisi UU Tipikor
• 1 jam lalu
0
thumb
The Jakmania Dilarang Away 6 Laga! Ini Jadwal Tandang Persija hingga Akhir Putaran Pertama
• 21 jam lalu
0
thumb
DPRD Surabaya Prihatin Kasus Bocah Difabel Meninggal, Desak Penguatan Perlindungan Anak
• 22 jam lalu
0
thumb
Alasan Konsumen Kini Lebih Pilih Mobil Terjangkau
• 2 jam lalu
0
thumb
Arab Saudi Siap Gelar Konferensi dan Pameran Haji ke-6 di Jeddah Bulan Depan
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.