Jesselyn Michelle: Pelajar 16 Tahun Asal Kediri yang Dirikan TruckPool untuk Bantu Petani

beritajatim.com
9 jam lalu
Cover Berita

Ringkasan Berita

Jesselyn Michelle Setiobudi, pelajar SMA berusia 16 tahun asal Kediri yang bersekolah di Singapura, mendirikan platform logistik pertanian TruckPool.

TruckPool menggabungkan muatan gabah dari sejumlah petani dengan rute searah untuk mengoptimalkan kapasitas truk dan menekan biaya pengangkutan.

Setelah dikembangkan selama sekitar enam hingga tujuh bulan, TruckPool diluncurkan dengan dukungan 10 truk dan jangkauan awal di Jawa Timur.

Jesselyn merupakan peraih lebih dari 50 medali kompetisi matematika nasional dan internasional, termasuk medali emas IJMO 2025 di Shenzhen, China.

Kediri (beritajatim.com) – Di usia 16 tahun, Jesselyn Michelle Setiobudi mengambil langkah berbeda dari kebanyakan pelajar seusianya. Pelajar kelas XI SMA di Singapura asal Kediri ini mendirikan TruckPool, platform logistik yang dirancang membantu petani mengangkut hasil panen, khususnya gabah, dengan biaya yang lebih efisien.

Gagasan tersebut berangkat dari kedekatannya dengan sektor pertanian melalui latar belakang keluarga. Jesselyn melihat persoalan pengangkutan hasil panen masih menjadi beban bagi petani, terutama ketika jumlah gabah yang dimiliki belum mencukupi kapasitas satu truk.

Dalam kondisi itu, petani kerap harus menanggung biaya sewa kendaraan sendiri atau mengumpulkan hasil panen melalui perantara sebelum dikirim ke tempat tujuan. Akibatnya, biaya transportasi per kilogram dapat menjadi lebih tinggi.

“Saya terpikir ide TruckPool ini karena dari kecil background keluarga saya terutama di bidang agriculture. Kemudian saya melihat ada kesempatan untuk membantu petani,” ujar Jesselyn saat launching TruckPool.

Ia menilai petani memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, termasuk beras sebagai makanan pokok. Namun, menurutnya, pendapatan petani dapat tertekan oleh biaya yang muncul dalam proses distribusi hasil panen.

“Saya mengembangkan aplikasi ini agar mereka bisa memiliki pendapatan yang lebih maksimal sekaligus pengiriman lebih efisien,” katanya.

Gabungkan Muatan Gabah, Tekan Biaya Logistik

Melalui layanan truckpool.online, TruckPool memungkinkan hasil panen dari beberapa petani digabungkan dalam satu armada selama lokasi penjemputan, kapasitas kendaraan, dan tujuan pengiriman memenuhi pertimbangan efisiensi rute.

Founder TruckPool tersebut menjelaskan, petani dapat mendaftar melalui aplikasi dengan memasukkan berat gabah yang akan diangkut serta koordinat lokasi penjemputan. Sistem kemudian memproses data untuk mengelompokkan muatan, menyusun jadwal penjemputan, dan menentukan rute perjalanan.

“TruckPool adalah sebuah aplikasi logistik yang dapat menggabungkan muatan, misalnya padi dari beberapa titik secara gabungan yang dalam rute searah yang efisien,” jelas Jesselyn.

Menurutnya, petani dengan hasil panen satu hingga dua ton tetap berpeluang menggunakan layanan tersebut. Muatan yang belum memenuhi kapasitas satu truk dapat digabungkan dengan hasil panen petani lain yang memiliki arah tujuan serupa.

TruckPool menggabungkan muatan gabah dari sejumlah petani dengan rute searah untuk mengoptimalkan kapasitas truk dan menekan biaya pengangkutan.

Dalam pengaturan rute, TruckPool mempertimbangkan jarak antartitik penjemputan. Jesselyn menyebut jarak tersebut dapat mencapai sekitar tiga kilometer, tetapi pihaknya berupaya mendorong kelompok tani agar titik pengumpulan muatan semakin berdekatan.

Truk direncanakan mengambil muatan dari titik terjauh terlebih dahulu, kemudian bergerak menuju titik berikutnya yang semakin dekat dengan tujuan akhir, seperti pabrik penggilingan padi.

Skema tarif mempertimbangkan berat muatan dan jumlah titik penjemputan. Jesselyn memberikan ilustrasi biaya Rp1 juta untuk muatan 10 ton setara Rp100 per kilogram. Sementara itu, dengan biaya yang sama untuk muatan dua ton, ongkosnya mencapai Rp500 per kilogram.

Perhitungan tersebut merupakan ilustrasi untuk menunjukkan pengaruh keterisian truk terhadap biaya per kilogram, bukan tarif tetap layanan TruckPool.

Dikembangkan Selama Enam hingga Tujuh Bulan

TruckPool tidak dibangun dalam waktu singkat. Jesselyn mengatakan, proses pengembangan membutuhkan sekitar enam hingga tujuh bulan, mulai dari memikirkan konsep, merancang cara kerja aplikasi, hingga mengembangkan sistemnya sebelum diluncurkan.

Pada tahap awal, layanan ini didukung 10 truk dan menjangkau wilayah Jawa Timur. Komoditas yang dilayani saat ini masih berfokus pada gabah, meskipun Jesselyn membuka peluang ekspansi ke hasil pertanian lain.

“Sejauh ini 10 truk dan baru menjangkau sekitar Jawa Timur. Sejauh ini masih komoditas gabah, tetapi tidak menutup kemungkinan kita bisa ekspansi di komoditas lain,” ungkapnya.

Dari sisi armada, TruckPool juga membuka kesempatan bagi pemilik truk untuk bergabung sebagai mitra. Melalui sistem tersebut, petani diharapkan lebih mudah memperoleh akses transportasi, sementara pemilik kendaraan berpeluang mendapatkan muatan secara lebih rutin.

Jesselyn juga mendorong koordinasi melalui kelompok tani untuk menyelaraskan waktu panen, lokasi penjemputan, dan tujuan pengiriman. Koordinasi ini diharapkan mengurangi waktu tunggu serta membuat penggabungan muatan berjalan lebih efisien.

Petani Menilai Pengangkutan Berpotensi Lebih Praktis

Perwakilan petani, Dedy Roma, mengatakan hasil panen dari masing-masing titik selama ini biasanya dikumpulkan terlebih dahulu ke gudang pengepul menggunakan kendaraan berukuran lebih kecil, seperti pikap. Setelah terkumpul, gabah kemudian diangkut kembali menuju tujuan akhir.

“Panen masing-masing titik dikumpulkan dahulu ke gudang pengepul dengan pickup kecil masing-masing sehingga dua kali kerja,” kata Dedy.

Menurutnya, pola tersebut membuat pengangkutan membutuhkan tahapan tambahan. Konsep penggabungan muatan dinilai berpotensi memangkas proses pemindahan sekaligus membantu petani yang kesulitan mencari armada dan muatan gabungan.

“Sangat membantu, dahulu lebih sulit mencari truk dan mencari ‘gabungan’,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Sirun, perwakilan petani lainnya. Ia menilai petani yang memiliki hasil panen di bawah kapasitas optimal truk berpotensi menanggung biaya pengangkutan lebih besar per kilogram, sehingga keuntungan dari penjualan gabah dapat berkurang.

Sirun berharap TruckPool memperbanyak mitra pemilik kendaraan dan pengemudi agar layanan tersedia ketika petani memasuki masa panen.

Meski demikian, besarnya penghematan yang dapat diperoleh petani masih perlu diukur berdasarkan biaya angkut aktual, jumlah muatan yang berhasil digabungkan, serta rute yang ditempuh.

Jesselyn merupakan peraih lebih dari 50 medali kompetisi matematika nasional dan internasional, termasuk medali emas IJMO 2025 di Shenzhen, China.

Dari Prestasi Matematika ke Inovasi Pertanian

Selain merintis platform logistik, Jesselyn dikenal sebagai pelajar berprestasi di bidang matematika. Ia telah meraih lebih dari 50 medali dari berbagai kompetisi tingkat nasional dan internasional.

Salah satu pencapaian tertingginya adalah meraih medali emas dan peringkat pertama dunia dalam ajang International Junior Mathematics Olympiad 2025 di Shenzhen, China. Sebelumnya, ia juga meraih medali emas dalam ajang yang sama pada 2024 di Turki.

Jesselyn turut memperoleh penghargaan Outstanding Cambridge Learners Award sebagai Top in the World untuk Mathematics IGCSE. Berbagai capaian akademik tersebut turut mengantarkannya memperoleh beasiswa berbasis prestasi untuk melanjutkan pendidikan di Singapura.

Pengembangan TruckPool menjadi langkah Jesselyn menerapkan gagasan pemecahan masalah ke sektor yang dekat dengan kehidupan keluarganya. Optimalisasi muatan dan rute, misalnya, membutuhkan perhitungan kapasitas, jarak, dan biaya agar pengangkutan dapat berlangsung lebih efisien.

Berharap Efisiensi Berdampak pada Rantai Pasok Beras

Ke depan, Jesselyn berharap efisiensi ongkos angkut tidak hanya mengurangi biaya transportasi, tetapi juga memberikan dampak berantai terhadap distribusi gabah dan beras.

“Kita berharap adanya efisiensi dalam logistic cost sehingga berdampak domino terhadap penurunan harga beli gabah dari petani karena adanya efisiensi ongkir, penurunan HPP beras yang dihasilkan dan niscaya harga jual menjadi yang terbaik,” pungkasnya.

Potensi dampak tersebut tetap bergantung pada banyak faktor, termasuk biaya penggilingan, harga gabah, biaya distribusi lanjutan, serta kondisi pasar. Karena itu, penghematan logistik perlu dibuktikan melalui pelaksanaan layanan dan perbandingan biaya sebelum maupun sesudah penggunaan platform.

Dengan dukungan petani, kelompok tani, pemilik armada, dan pengemudi, TruckPool berharap dapat menjadi alternatif pengangkutan bagi petani yang memiliki hasil panen dalam jumlah kecil. Bagi Jesselyn, tujuan utamanya adalah menghadirkan sistem yang membantu petani mengirimkan hasil panen secara lebih efisien sekaligus membuka peluang distribusi pertanian yang lebih baik. [nm/aje]


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Video Orang Tua Kasar ke Dua Anak Balitanya di Lift saat Berada di Malaysia Viral, Diduga WNI
• 4 jam lalu
0
thumb
Siswanto Ihsan Kembali Terpilih Jadi Ketua SMSI Binjai
• 8 jam lalu
0
thumb
Bandara Arab Saudi Kembali Diserang, 1 Orang Tewas dan 8 Terluka
• 9 jam lalu
0
thumb
Adegan Tersulit Titi Kamal di Film The Doll Ghawiah
• 3 jam lalu
0
thumb
BI Perpanjang KPR 100% dan DP 0% Kendaraan Bermotor sampai Desember 2027
• 23 jam lalu
0
Berhasil disimpan.