Jakarta, tvOnenews.com - Gelandang Manchester United, Bruno Fernandes, mengkritisi cara bermain yang diinstruksikan oleh Michael Carrick dalam laga kontra Como. Mereka menderita kekalahan telak dengan skor 1-4 dalam laga ini.
The Red Devils bertandang ke Stadio Giuseppe Sinigaglia pada Rabu (21/10/2026) malam WIB untuk lanjutan Liga Champions. Namun, mereka sudah tertinggal saat laga baru berjalan dua menit akibat gol Nico Paz.
Paz kemudian mencetak gol keduanya, disertai oleh gol-gol Anastasios Douvikas dan Jacobo Ramon. Man United berupaya mengejar, namun hanya bisa mencetak satu gol melalui Joshua Zirkzee di masa injury time.
Ini memperpanjang rekor buruk MU pada musim ini, karena baru menang dua kali di semua ajang. Kemenangan terakhir yang mereka raih adalah atas Sabah di pekan pertama Liga Champions pada September lalu.
Kini, United telah berada dalam rangkaian tujuh laga beruntun tanpa kemenangan di semua ajang. Posisi Michael Carrick pun semakin terpojok, dengan rumor pemecatannya terus bersirkulasi.
Carrick ditanyakan seusai laga tentang posisinya sebagai manajer Man United. Dia mengaku tidak senang namun tidak memikirkannya pada saat ini.
“Dengar, saya tidak memedulikan posisi saya saat ini. [Pikiran saya] adalah untuk para suporter, saya adalah salah satu dari mereka yang menyaksikannya dan saya sama sekali tidak senang,” kata Carrick, dilansir The Guardian.
Dia masih mengelak ketika ditanyakan apakah dirinya bisa mengundurkan diri dari jabatan. “Tidak, itu bukan tentang saya pada saat ini dan perasaan saya dalam hal itu,” tambahnya.
“Itu lebih kepada tim dan sebuah klub sepak bola, apa yang kami ingin lihat, bagaimana kami seharusnya terlihat. Dan seperti yang saya katakan, hasil bisa datang dan pergi, namun Anda harus melakukannya dengan cara tertentu. Dan itu tidak demikian,” sambungnya.
Namun, Bruno Fernandes mengkritisi taktik yang diterapkan oleh Michael Carrick dan stafnya. Dia menegaskan bahwa itu adalah keputusan staf kepelatihan.
“Ini adalah keputusan dari staf untuk tidak melakukan pressing man-to-man dan terkadang meninggalkan ruang di belakang dan mencoba merebut bola, menunggu mereka, tetapi terkadang ketika Anda memberi ruang kepada tim-tim ini, mereka mendapatkan kepercayaan diri,” katanya.





Komentar (0)