Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada Kamis (22/10). Sebelumnya, IHSG berakhir di zona hijau, dengan ditutup menguat 0,94 persen atau sebesar 49,47 poin ke 5.328,36 pada penutupan perdagangan Rabu (21/10).
Secara teknikal, Phintraco Sekuritas menilai terdapat kemungkinan indikator Stochastic RSI membentuk golden cross serta MACD yang menunjukkan penyempitan histogram negatif. Sehingga, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan atau rebound.
“Secara teknikal, IHSG berpotensi melanjutkan penguatan (rebound) untuk menguji level resistance di kisaran 5.400–5.490,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip Kamis (22/10).
Phintraco menyinggung Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang memutuskan untuk mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50 persen. Namun, BI menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 5,00 persen.
Keputusan tersebut turut diperkuat dengan peningkatan insentif kebijakan untuk instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) guna menarik aliran modal asing masuk ke Indonesia sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
“Kebijakan moneter ini tetap konsisten dengan strategi stabilisasi nilai tukar rupiah dan upaya menjaga sasaran inflasi,” sebut Phintraco Sekuritas.
Untuk perdagangan Kamis (22/10), Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham ICBP, INDF, ISAT, GGRM, DOOH, dan HMSP sebagai pilihan utama.
Senada, analis MNC Sekuritas melihat penguatan pada Rabu (21/10) muncul dengan adanya tekanan jual. Saat ini, posisi IHSG diperkirakan berada pada wave iv dari wave (iii) dari wave [v].
“IHSG diperkirakan berada pada wave iv dari wave (iii) dari wave [v], dengan peluang menguat ke 5,407–5,458 (pada perdagangan Kamis),” kata MNC Sekuritas melalui risetnya.
Kendati demikian, MNC Sekuritas menyarankan untuk mencermati akan adanya potensi lanjutan koreksi dalam jangka pendek ke rentang 5.117 hingga 5.166.
Adapun analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham AMRT, ADMR, BUMI, dan RAJA untuk diperhatikan sepanjang Kamis (22/10).
—
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan Keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu






Komentar (0)