Pesan Prabowo saat Sidang Kabinet 2 Tahun Pemerintahannya

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Presiden Prabowo Subianto menggelar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Rabu (21/10). Sidang Kabinet ini digelar sehari setelah peringatan 2 tahun pemerintahannya bersama Kabinet Merah Putih berjalan pada Selasa (20/10).

Seluruh jajaran kabinet hadir, mulai dari menteri, wakil menteri, kepala lembaga/badan, Wantimpres, Kapolri, Panglima TNI, Jaksa Agung, hingga Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Prabowo pun memberikan pidatonya:

Beri Rapor 'Cukup Membanggakan'

Presiden Prabowo Subianto memberikan penilaian terhadap kinerja jajaran Kabinet Merah Putih selama dua tahun pemerintahannya. Prabowo menilai kinerja para pembantunya cukup membanggakan.

"Saudara-saudara telah bekerja dengan sangat keras, saudara-saudara telah memberi apa yang saudara bisa memberi dengan semangat saudara-saudara telah menghasilkan suatu kinerja yang menurut penilaian saya cukup membanggakan," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan inti dari sidang kabinet tersebut salah satunya adalah menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih.

"Inti daripada rapat paripurna ini adalah sesungguhnya saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan saya kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih," ujarnya.

Sebagai Presiden yang mendapatkan mandat dari rakyat, Prabowo menilai para menteri dan pejabat di bawahnya telah bekerja keras menjalankan tugas untuk bangsa dan negara.

"Saya sebagai pemimpin saudara-saudara, saya sebagai yang diberi mandat oleh rakyat, saya merasa bahwa saudara-saudara sebagai pembantu-pembantu inti saya dalam menjalankan tugas untuk bangsa dan rakyat," kata Prabowo.

Ia turut mengapresiasi kekompakan para anggota kabinet selama dua tahun terakhir.

"Saudara-saudara, saya ingin ucapkan terima kasih atas kekompakan team work yang saudara-saudara tunjukkan selama 2 tahun ini," ujarnya.

Menurut Prabowo, keberhasilan sebuah organisasi sangat ditentukan oleh kemampuan anggotanya bekerja sama.

"Saudara-saudara. Berhasilnya suatu organisasi sangat ditentukan oleh kerja sama tim. Team work. Kemampuan kerja sama itu yang menentukan," kata Prabowo.

Ia bahkan menilai kemampuan bekerja dalam tim lebih penting dibandingkan sekadar memiliki individu-individu dengan kemampuan tinggi tetapi tidak mampu bekerja sama.

"Daripada banyak orang cemerlang dan brilian tapi tidak bisa kerja sama, lebih baik orang yang biasa-biasa saja tapi bisa bekerja sama dengan baik. Itu pelajaran ribuan tahun manusia," tandas dia.

Bicara Karhutla: Ada Campur Tangan Manusia

Presiden Prabowo Subianto mengatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia tidak sepenuhnya disebabkan faktor alam. Hasil penyelidikan di lapangan, kata dia, menunjukkan adanya campur tangan manusia.

"Saudara-saudara ternyata hasil penyelidikan kita di lapangan bahwa fenomena karhutla tidak semata-mata alamiah ada campur tangan manusia dan menurut saya harus kita sikapi dengan hati-hati, dengan teliti," kata Prabowo.

Prabowo kemudian meminta kepolisian, kejaksaan, Kementerian Kehutanan, TNI hingga intelijen mengusut penyebab kebakaran tersebut.

"Saya minta kepolisian, Kejaksaan, Kementerian Kehutanan, dibantu TNI dibantu intelijen untuk selidiki, karena ternyata banyak korporasi-korporasi ikut bertanggung jawab," ujar Prabowo.

Ia juga menyinggung adanya oknum yang diduga sengaja melakukan pembakaran. Prabowo bahkan menyebut tindakan yang membahayakan masyarakat tersebut sebagai terorisme lingkungan dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Menurutnya, dampak karhutla tidak bisa dianggap ringan karena asap yang ditimbulkan dapat membahayakan kesehatan jutaan masyarakat.

"Kita tidak boleh anggap remeh. Kita akan masif menangani itu, dan kita juga akan usut tuntas," tegas Prabowo.

Prabowo memastikan pemerintah akan mengambil tindakan tegas terhadap perusahaan yang terbukti melanggar.

"Dan kali ini maaf kita tidak akan bertindak biasa-biasa saja, kalau bukti sudah jelas, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar," katanya.

Ibaratkan Kabinet Bak Tim Bola: Saya Lihat Pemain Cadangan Mulai Gelisah

Presiden Prabowo Subianto mengibaratkan jajaran Kabinet Merah Putih seperti sebuah tim sepak bola. Ada menteri yang berperan sebagai penyerang, pendukung, hingga pemain cadangan.

Prabowo meminta mereka yang belum banyak mendapat peran untuk tidak frustrasi karena masih ada waktu untuk dimainkan.

"Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita tidak semua pemain akan kita mainkan di awal. Ada yang cadangan, ada yang pendukung, ada yang striker ya. Yang cadangan jangan frustrasi. Pada saatnya Saudara akan kita mainkan," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10).

Prabowo mengatakan dua tahun pemerintahannya bahkan belum mencapai separuh dari masa jabatan lima tahun.

"Ibarat ini pertandingan sepak bola, kita sesungguhnya belum sampai ke half-time. Apa itu half-time? Ya, kita belum selesai satu babak kan. Kita ini lima tahun, jadi dua setengah tahun baru, ya babak pertama," ujarnya.

Menurut Prabowo, pemerintahan saat ini masih berada di babak pertama. Ia kemudian berkelakar telah melihat sejumlah pemain cadangan mulai gelisah menunggu kesempatan.

"Habis itu kita akan ke babak kedua. Jadi ini masih masih babak pertama. Jadi tenang-tenang saja para pemain cadangan yang saya sudah lihat gelisah. Kapan saya dimainkan? Ya," kata Prabowo.

Dalam kesempatan kali ini, Prabowo juga menyinggung kondisi kesehatan jajaran kabinet. Ia mengaku prihatin karena dalam babak pertama pemerintahannya sudah ada pejabat yang masuk rumah sakit.

"Tapi Saudara-saudara saya sudah prihatin. Di babak pertama sudah ada yang masuk rumah sakit. Nah ini yang kita waspadai ya," ujarnya.

Prabowo kemudian meminta Menteri Kesehatan memfasilitasi pemeriksaan kesehatan yang lebih menyeluruh bagi menteri, wakil menteri, hingga kepala badan.

"Saya minta Menteri Kesehatan ya coba menteri-menteri, wakil menteri, kepala badan mungkin diundang check-up yang lebih teliti lagi ya. Cari vitamin-vitamin yang bagus ya," kata Prabowo.

Sebut Indonesia Melting Pot, Singgung Bahlil Menko Pertama dari Fakfak

Presiden Prabowo Subianto menyinggung Menko Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia saat berbicara mengenai keberagaman masyarakat Indonesia.

Prabowo mengatakan masyarakat Indonesia hidup dalam semangat Pancasila dengan saling menghormati perbedaan agama, suku, bahasa, hingga budaya.

"Rakyat Indonesia hidup dalam suasana Pancasila, suasana saling menghormati, saling mendukung, saling mengasihi. Kita berbeda agama, mari kita jaga semua agama. Kita berbeda suku, mari kita menjaga semua suku. Kita hormati semua suku," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10).

Menurut Prabowo, perbedaan yang dimiliki masyarakat Indonesia merupakan kekayaan yang harus dijaga.

"Berbeda bahasa daerah, kita jaga semua adat, semua budaya daerah. Perbedaan adalah kekayaan. Menghormati adalah mulia," ujarnya.

Prabowo kemudian mengatakan masyarakat Indonesia telah banyak berbaur antarsuku dan daerah. Ia menilai Indonesia telah menjadi semacam melting pot.

"Saudara-saudara sekalian, kita jaga semua agama, kita jaga semua ras. Karena sesungguhnya kita pun semua ini sudah campuran. Enggak ada satu suku yang murni satu suku," kata Prabowo.

Ia mencontohkan banyak masyarakat dari berbagai daerah yang kini tinggal di wilayah lain.

"Saya kira lebih banyak orang Minang di Jakarta daripada di Sumatera Barat. Saya percaya lebih banyak orang Batak di Bandung mungkin daripada di Danau Toba. Ya. Di Madura pun sudah tidak hanya orang Madura di situ,"ujarnya.

Prabowo kemudian melihat ke arah jajaran kabinet dan menyinggung Bahlil yang kini menjabat Menko Hilirisasi dan Transisi Energi. Bahlil dilantik dalam posisi tersebut pada 1 Oktober 2026.

"Saudara-saudara, kita sudah menjelma yang melting pot. Sekarang ya Indonesia melting pot. Di ruangan ini saya lihat campuran ini semua. Iya kan? Betul kan?" kata Prabowo.

Prabowo lalu menyebut Bahlil sebagai kemungkinan Menko pertama yang berasal dari Fakfak.

"Ada Pak Bahlil, ya kan? Sudah jadi Menko. Mungkin Menko pertama dari Fakfak. Betul? Menko pertama dari Fakfak ya? mungkin menteri apa? pertama dia. Baik," ujar Prabowo yang disambut tawa peserta rapat.

Tanggapi Anggapan Kabinet Gemuk

Presiden Prabowo Subianto menanggapi kritik soal kabinet gemuk dan efisiensi pemerintahan.

Prabowo membandingkan Indonesia dengan Eropa yang terdiri dari 30 negara. Menurutnya, Indonesia hanya memiliki satu kabinet untuk melayani hampir 300 juta penduduk.

"Kita dituduh kabinet gemuk. Ya kan? Tidak efisien. Tapi Saudara-saudara, saya ingatkan, negara kita hampir 300 juta. Negara kita fisiknya sebesar Eropa. Eropa itu 30 negara, ada 30 kabinet, ada 30 menteri keuangan, ada 30 Panglima TNI, ada 30 Jaksa Agung, ada 30 Kapolri," kata Prabowo.

"Indonesia satu kabinet Saudara-saudara. Mana yang, mana yang tidak efisien? Mana yang tidak efisien? Dan kita mampu mengendalikan," tutur Prabowo.

Bicara Garis Politik: Mau Jadi The Good Neighbor-Rangkul Semua Kekuatan

Presiden Prabowo Subianto menyatakan garis politik luar negeri yang ia jalankan adalah menjalin hubungan baik dengan semua negara dan tidak berpihak pada blok mana pun. Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai the good neighbor policy atau kebijakan bertetangga baik.

Prabowo mengatakan, prinsip politik tersebut merupakan warisan para pendiri bangsa yang ingin menghormati semua negara, termasuk kekuatan-kekuatan besar dunia.

“Saya sudah sampaikan garis politik luar negeri saya adalah seribu kawan terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Saya ingin menjadi the good neighbor. Yang saya ingin jalankan adalah the good neighbor policy,” kata Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pemerintahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10).

Ia menjelaskan, Indonesia berupaya menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga sekaligus membangun kerja sama yang saling menguntungkan.

“Dari sejak awal, bahkan sebelum saya resmi dilantik sebagai presiden, saya masih jadi menteri pertahanan dalam kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo. Saya mengikuti juga garis politik Pak Joko Widodo pada saat itu, kita ingin punya hubungan baik dengan semua tetangga kita. Saya keliling, saya mau kerja sama dengan mereka. Apa yang mereka minta sebagian besar saya ikuti. Dan itu yang kita berusaha kita pegang teguh,” ungkapnya.

Prabowo menegaskan, Indonesia tidak ingin terikat pada blok tertentu maupun bergabung dengan pakta militer mana pun.

“Kita hormati, kita tidak mau terlibat. Tapi kita sesuai dengan undang-undang dasar kita, kita anti imperialisme. Kita anti penjajahan,” katanya.

Menurut Prabowo, sikap tersebut sejalan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia yang diwariskan para pendiri bangsa. Indonesia berupaya menghormati negara lain dan menjaga hubungan baik tanpa meninggalkan prinsip menentang imperialisme serta penjajahan.

Ia juga menegaskan kebijakan luar negeri yang dijalankan pemerintah tetap berorientasi pada kepentingan nasional. Prabowo menilai, kepentingan bangsa dan rakyat harus menjadi prioritas, terutama di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.

“Inti yang ingin saya sampaikan yang sudah berkali-kali saya sampaikan kepada saudara-saudara, kita sekarang berada dalam kondisi harus survival. Kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita, kekayaan kita, sumber alam kita. Itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat,” ungkapnya.

Prabowo mengatakan, kondisi yang menuntut negara untuk bertahan tidak hanya dialami Indonesia, tetapi juga sejumlah negara lain di dunia.

“Saudara-saudara sekalian, kita berada dalam kondisi harus survive. Dan ini tidak hanya kita, banyak negara di dunia sekarang mengalami seperti kita. Dalam keadaan survival, yang utama adalah kepentingan nasional dan kepentingan rakyat,” ucapnya.

Prabowo menyebut prinsip mengutamakan kepentingan nasional juga diterapkan dalam politik dalam negeri. Ia mengatakan, kepentingan bangsa harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok.

Prabowo menegaskan, dirinya berupaya merangkul seluruh kekuatan politik di Indonesia.

“Demikian juga dalam garis politik saya dalam negeri. Saya mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan kelompok. Karena itu saya berusaha untuk merangkul semua kekuatan,” ucap Prabowo.

“Saya karena kesadaran saya bahwa kondisi global sekarang penuh kerawanan. Karena kesadaran saya melalui pengalaman saya yang cukup lama di bidang keamanan, di bidang politik, di mana politik dan ekonomi tidak bisa dipisahkan,” pungkasnya.

Prabowo: Mata Uang-Pangan Kini Jadi Senjata, Kita Harus Koreksi Diri

Presiden Prabowo Subianto mengatakan mata uang, perdagangan ekspor-impor, hingga pangan kini dapat menjadi senjata dalam persaingan antarnegara.

Ia menilai aktivitas bisnis tidak bisa lagi dipandang semata-mata sebagai urusan ekonomi, tetapi juga harus dikaitkan dengan kepentingan politik, sosial, dan pertahanan negara.

Prabowo mengatakan, perubahan situasi global menuntut Indonesia untuk mengoreksi cara pandang dalam melihat berbagai persoalan nasional. Menurutnya, salah satu kelemahan bangsa Indonesia adalah para elite yang masih terkotak-kotak.

“Sekarang mata uang jadi senjata. Sekarang ekspor impor jadi senjata. Sekarang pangan menjadi senjata. Beras menjadi senjata. Jadi bisnis tidak bisa kita pandang hanya murni bisnis. Tidak bisa,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pemerintahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10).

Hal itu disampaikan Prabowo saat menyoroti pentingnya pendekatan yang lebih menyeluruh dalam memahami hubungan antara politik, ekonomi, sosial, dan pertahanan.

Ia menilai, berbagai bidang tersebut tidak dapat dipisahkan karena perkembangan situasi internasional membuat keputusan ekonomi dapat berkaitan erat dengan kepentingan suatu negara.

“Kita harus koreksi diri. Terutama dunia akademis kita, terutama profesor-profesor kita yang bertanggung jawab di bidang pendidikan. Salah satu kelemahan dari bangsa Indonesia adalah bahwa elite kita, elite kita terkotak-kotak dalam silo-silo sektoral. Ini mungkin bersumber dari pendidikan kita. Politik, ekonomi, sosial, pertahanan, tidak bisa dipisah-pisahkan,” ucapnya.

Menurut Prabowo, Indonesia perlu membenahi pola pendidikan. Ia menilai, pendekatan pendidikan yang terlalu sektoral perlu diubah, terutama pada jenjang pendidikan tinggi.

“Nah ini saya kira dalam jangka panjang saya berharap kita akan nanti perbaiki. Bahwa di ujungnya pendidikan kita harus benar-benar integralistik. Tidak bisa sektoral. Saya kira sektoral itu mungkin sampai di S1. S2, S3 sudah harus lebih multidimensional,” ucapnya.

Prabowo menjelaskan pandangannya tersebut didasarkan pada situasi global yang dinilainya semakin tidak menentu.

“Saudara-saudara sekalian, kenapa saya bicara seperti ini. Karena dunia sekarang, ya, di mana kita lihat hampir bisa dikatakan bahwa hampir tidak ada suatu international order lagi,” ucap Prabowo.

“Sekarang adalah politik berdasarkan kekuatan. Siapa yang kuat, dia akan survive. Yang tidak kuat, kita lihat apa yang terjadi di Timur Tengah, di mana-mana, yang tidak kuat akan punah,” sambungnya.

Sebut Demokrasi Semakin Urgent, Singgung Demo di Prancis-Italia

Presiden Prabowo Subianto menilai upaya menjaga persatuan nasional semakin mendesak dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

Ia menyinggung kondisi politik di sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis dan Italia, sebagai pengingat bahwa demokrasi perlu dijalankan dengan tetap menjaga persatuan.

Prabowo menegaskan, perbedaan pandangan, kompetisi politik, hingga kritik merupakan bagian penting dari demokrasi. Namun, menurutnya, seluruh dinamika tersebut tidak boleh mengorbankan persatuan nasional.

“Jadi, Saudara-Saudara, politik yang saya yakini haruslah politik persatuan nasional. Saudara-Saudara, apa yang dicanangkan oleh Presiden pertama kita Bung Karno dulu dicemoohkan. Tapi saya kira ada satu benang merah, yaitu keyakinan beliau, usaha beliau untuk selalu menjaga persatuan nasional,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pemerintahan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10).

“National unity, Saudara-Saudara sekalian. Demokrasi kita menurut keyakinan saya sekarang semakin urgent untuk kita memelihara national unity, persatuan nasional,” lanjutnya.

Prabowo kemudian menyinggung perkembangan politik di negara-negara Barat, termasuk demonstrasi yang terjadi di Prancis dan Italia.

“Perbedaan bagus, kompetisi perlu. Saling kritik, saling koreksi sangat perlu. Tapi di ujungnya kita harus menjaga persatuan. Kalau kita ikut demokrasi ala barat sekarang kita lihat. Lihatlah televisi, lihatlah berita tiap hari. Apa yang terjadi di Prancis? Apa yang terjadi di Itali? Apa yang terjadi di Eropa? Tempat lahirnya demokrasi yang mengajarkan kita HAM kita lihat. Ini perlu kita sadari,” ungkapnya.

Prabowo juga menjelaskan prinsip persatuan nasional menjadi salah satu alasan dirinya membangun koalisi pemerintahan yang besar. Ia mengakui koalisi yang dibentuknya melibatkan banyak kekuatan politik.

“Karena itu, inilah akibat dari politik yang saya jalankan. Koalisi kita besar, benar. Karena saya ingin sebanyak mungkin kekuatan bersatu untuk menjalankan perbaikan kehidupan rakyat kita,” ucapnya.

Prabowo mengatakan, dirinya tidak ingin terus-menerus memperdebatkan dinamika politik yang telah berlalu. Ia menyadari persaingan politik di Indonesia merupakan hal yang tidak terhindarkan, mengingat besarnya negara dan dinamika politik yang berlangsung.

“Saya tidak mau mengulangi-ulangi, mengutak-ngutik yang sudah lewat. Negara sebesar kita, dinamika politik sebesar kita, pasti persaingannya keras ya. Kursi terbatas. Kok ada yang senyum ya? Nih pemimpin partai ini sadar, kursi terbatas, presiden hanya satu,” kata dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Terus Perkuat Sinergi Pemadaman, Penegakan Hukum, dan Mitigasi Karhutla
• 6 jam lalu
0
thumb
Shin Tae-yong Beri Jawaban Berkelas atas Sanksi Persija dan Larangan Away Setengah Musim The Jakmania, Enggan Cari Alasan dan Pembenaran
• 4 jam lalu
0
thumb
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Menag: Momentum Penguatan Santri dalam Pembangunan Bangsa
• 17 jam lalu
0
thumb
Dua Kali Absen Pemeriksaan, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Nusron Wahid
• 2 jam lalu
0
thumb
2 Kali Mangkir dari Pemeriksaan KPK, Nusron Wahid Terlihat di Sidang Kabinet Paripurna
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.