Jakarta, VIVA – PlayStation 5 (PS5) masih menjadi salah satu konsol yang menarik bagi gamer Indonesia berkat grafis generasi baru, waktu pemuatan game yang cepat, serta koleksi permainan eksklusif. Namun, di balik keunggulannya, konsol besutan Sony ini memiliki sejumlah kekurangan yang patut dipertimbangkan sebelum mengeluarkan uang jutaan rupiah.
Dikutip VIVA Kamis, (22/10/2026) SlashGear, ada lima hal yang perlu diperhatikan calon pembeli PS5. Mulai dari harga yang semakin mahal, keterbatasan kompatibilitas game lawas, hingga kebijakan PlayStation Plus yang tidak selalu menguntungkan penggemar game terbaru.
Bagi gamer yang sedang menimbang antara membeli PS5, beralih ke PC gaming, atau menunggu konsol generasi berikutnya, berikut sejumlah pertimbangan pentingnya.
1. Harga PS5 Semakin Mahal
Salah satu kendala utama membeli PS5 pada 2026 adalah harganya yang meningkat dibandingkan ketika pertama kali dirilis pada 2020.
Sony mengumumkan penyesuaian harga global yang berlaku mulai 2 April 2026. Di Amerika Serikat, harga rekomendasi PS5 standar naik menjadi US$649,99 atau sekitar Rp11 jutaan, sedangkan Digital Edition menjadi US$599,99 atau setara Rp10 jutaan. PS5 Pro bahkan mencapai US$899,99 atau Rp16 jutaan..
Kenaikan tersebut tidak otomatis mencerminkan harga di Indonesia karena harga lokal dipengaruhi pajak, distribusi, kurs, dan kebijakan penjual. Meski begitu, perubahan harga global memperlihatkan bahwa membeli konsol baru membutuhkan anggaran lebih besar.
Selain konsol, gamer juga perlu memperhitungkan harga game, aksesori tambahan, serta langganan layanan daring. Jika ingin membeli beberapa judul AAA sekaligus, total biaya kepemilikan bisa jauh melampaui harga perangkat.
Karena itu, membandingkan harga konsol baru dan bekas serta menghitung anggaran game menjadi langkah penting sebelum membeli.
2. Masa Depan Game Fisik Menimbulkan Pertanyaan
Gamer yang menyukai koleksi cakram fisik memiliki alasan untuk mempertimbangkan kembali pilihan konsolnya. SlashGear menyoroti rencana penghentian perilisan game PS5 baru dalam format cakram mulai Januari 2028.
Jika kebijakan tersebut diterapkan sesuai rencana, pembeli game akan semakin bergantung pada distribusi digital. Padahal, cakram fisik memiliki sejumlah keuntungan, termasuk kesempatan menjual kembali game setelah selesai dimainkan atau menukarnya dengan koleksi lain.






Komentar (0)