2 Tahun Prabowo-Gibran, Celios Desak Evaluasi Menteri dan Reshuffle Kabinet

jpnn.com
10 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ekonom Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Nailul Huda menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh, terhadap kinerja jajaran menteri di kabinet pemerintahan saat ini.

Evaluasi ini menjadi perbincangan menyusul refleksi dua tahun masa pemerintahan yang penuh dengan berbagai catatan kritis dari publik.

BACA JUGA: Dua Tahun Prabowo-Gibran: Terobosan Berani di Tengah Dunia yang Berubah

Menurut Nailul Huda, wacana evaluasi tersebut dinilai sejalan dengan dinamika politik yang berkembang di tingkat parlemen.

"Kang Kamrussamad (Anggota DPR RI) juga sudah sempat mention 43 menteri-wakil menteri di mata Fraksi Gerindra itu layak dievaluasi," kata Nailul Huda di kawasan Petogogn, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

BACA JUGA: Prabowo Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Evaluasi 2 Tahun Kinerja Pemerintahan

Nailul menyatakan catatan tersebut sejalan dengan temuan lembaganya saat melakukan riset mengenai ekspektasi dan harapan masyarakat luas.

Meskipun lembaganya belum memerinci seluruh nama secara formal di awal, masyarakat dinilai sudah sangat peka dalam menilai kinerja pembantu presiden.

BACA JUGA: Rocky Gerung Beri Love Sign untuk 2 Tahun Prabowo-Gibran

Publik secara objektif dapat melihat deretan figur menteri yang menunjukkan kinerja baik dan yang sudah sepatutnya diganti.

Dalam diskusi yang dilakukan, terdapat sejumlah nama pejabat tinggi yang posisinya paling disorot karena memperoleh poin rapor rendah.

"Tadi kami diskusi ada beberapa nama yang melekat seperti Bahlil Lahadalia, kemudian ada juga Raja Juli Antoni, yang memang di survei kami pun mendapatkan poin yang rendah juga," ungkap Nailul Huda.

Rapor merah yang didapatkan para menteri tersebut hendaknya menjadi sinyal kuat bagi kepala negara untuk mengambil tindakan tegas.

Presiden Prabowo Subianto didorong untuk segera mengeksekusi perombakan kabinet guna mencopot menteri-menteri yang berkinerja buruk.

Langkah reshuffle dianggap mendesak, karena kekecewaan masyarakat terhadap kepemimpinan eksekutif turut dipicu oleh lambatnya pergerakan kabinet.

Dengan melakukan perombakan kabinet secara tepat, pemerintah diharapkan mampu memulihkan kepercayaan publik dalam sisa masa jabatan yang ada.

"Saya rasa sih sebenarnya publik juga bisa menilai bahwa siapa saja yang memang layak untuk dievaluasi dan di-reshuffle," ujarnya. (rom/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Presiden Prabowo Diminta Segera Tuntaskan Polemik Ijazah Gibran


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Publik Menanti Perbaikan | SATU MEJA
• 12 jam lalu
0
thumb
BRI Super League: Curhat Dominic Holec setelah Gawangnya Dibobol Lima Kali oleh Bali United
• 1 jam lalu
0
thumb
Pemkab Sleman Luncurkan Aplikasi SOPIKAN untuk Perluas Pemasaran Produk Pertanian dan Perikanan
• 9 jam lalu
0
thumb
PBB: Ribuan orang mengungsi akibat eskalasi kekerasan di RD Kongo
• 2 jam lalu
0
thumb
Bakom Tegaskan Pemerintah Tak Anti Kritik, Prabowo Terima Masukan dan Aspirasi Rakyat
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.