JERMAN - Sebanyak 11 koin kuno ditemukan pada sebuah lokasi konstruksi di Jerman setelah terkubur selama lebih dari 2.000 tahun. Temuan tersebut terungkap saat para arkeolog melakukan penggalian di bekas lapangan olahraga yang akan dibangun menjadi stasiun pemadam kebakaran di Singer Berg, negara bagian Thuringia, Jerman tengah.
Temuan ini diumumkan Kantor Negara Bagian Thuringia untuk Pelestarian Monumen dan Arkeologi (TLDA). Dalam siaran persnya, melansir Foxnews, Rabu (21/10/2026), para pejabat menyebutkan bahwa direktur penggalian, Ronny Krause, menemukan koin-koin tersebut ketika tim arkeolog menyelidiki area bekas lapangan olahraga menjelang pembangunan stasiun pemadam kebakaran baru.
"Hingga saat ini, hanya sekitar 80 contoh quinarii ini yang telah diidentifikasi di seluruh Thuringia, yang menggarisbawahi signifikansi timbunan Singen," demikian bunyi pernyataan itu.
"Percetakan uang logam yang bertanggung jawab untuk memproduksi koin-koin tersebut diyakini berlokasi di wilayah Gotha, di sebelah barat laut," imbuhnya.
Bangsa Celtic merupakan kelompok masyarakat kuno yang mendiami sebagian besar wilayah Eropa selama Zaman Besi. Bahasa dan tradisi Celtic masih bertahan hingga kini di sejumlah wilayah, seperti Irlandia, Skotlandia, dan Wales.
Para arkeolog menduga koin-koin tersebut awalnya disimpan bersama dalam sebuah wadah berbahan organik yang kemudian membusuk. Saat ditemukan, koin-koin itu tersebar di area seluas sekitar 19 kaki x 5 kaki. Penyebarannya diduga terjadi akibat aktivitas pembajakan tanah.
Pihak berwenang mengategorikan temuan ini sebagai "temuan tertutup", yang menunjukkan bahwa seluruh koin yang semula dikubur bersama telah berhasil ditemukan kembali.





Komentar (0)