jpnn.com, SUMATERA SELATAN - Kekecewaan terhadap kepemimpinan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru memuncak.
Aliansi BEM Nusantara se-Sumsel menyatakan mosi tidak percaya dan menyegel Kantor Gubernur Sumsel setelah gagal menemui kepala daerah untuk membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
BACA JUGA: Polda Sumsel Tangkap 2 Tersangka Pengeroyokan di Palembang
Aksi tersebut menjadi bentuk protes mahasiswa terhadap penanganan kabut asap yang membutuhkan langkah konkret dan keterbukaan pemerintah.
Mahasiswa datang dengan harapan dapat berdialog langsung dengan gubernur, tetapi upaya itu tidak membuahkan hasil.
BACA JUGA: Greenpeace: Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?
Koordinator BEM Nusantara se-Sumsel Ilham mengatakan kehadiran mereka seharusnya menjadi momentum untuk membahas solusi atas persoalan karhutla yang berdampak pada masyarakat Sumsel.
"Hari ini seharusnya kami berdialog dan mencari langkah konkret dalam penanganan karhutla di Provinsi Sumsel, tetapi Gubernur Sumsel tidak ada di tempat," kata Ilham, Rabu (21/10/2026).
BACA JUGA: Dokter Terduga Pencabulan Anak Kandung di Bandung Ditangkap Polisi
Tidak adanya gubernur di lokasi membuat mahasiswa mengambil sikap lebih tegas. Bersama jajaran presiden mahasiswa lintas kampus, mereka menyampaikan mosi tidak percaya terhadap Herman Deru.
"Oleh karena itu, kami dari Aliansi BEM Nusantara Provinsi Sumsel menaikkan tagline mosi tidak percaya terhadap Gubernur Provinsi Sumsel," tegas Ilham.
Mahasiswa kemudian melakukan penyegelan simbolis dengan membentangkan banner di kantor gubernur.
Aksi ini mendapat dukungan dari perwakilan mahasiswa Universitas IBA, UIN Raden Fatah, Polprama, hingga Universitas Taman Siswa Palembang.
"Hari ini menetapkan kantor Gubernur Provinsi Sumsel dinyatakan disegel oleh rakyat," seru Ilham.
Selain memprotes ketidakhadiran gubernur, massa menuntut transparansi penanganan karhutla serta realisasi komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi krisis kabut asap.
Mereka menilai masyarakat membutuhkan tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa juga menyuarakan ketidakpercayaan terhadap Pemprov Sumsel dan mendesak gubernur bertanggung jawab atas persoalan yang tengah dihadapi masyarakat.
"Hidup rakyat Indonesia! Hidup perempuan Indonesia! Hidup mahasiswa! Tidak percaya kepada pemerintah Provinsi Sumsel mundur gubernur! Hari ini gubernur kami tagih janjinya," pungkas Ilham.(mcr35/jpnn)
Video Terpopuler Hari ini:
Redaktur : Yessy Artada
Reporter : Cuci Hati





Komentar (0)