Survei 2 Tahun Prabowo-Gibran: Seskab Teddy Paling Populer, Amran Sulaiman Jadi Menteri Terbaik

viva.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA- Memasuki dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, survei terbaru Matriks Politik Indonesia merekam tingkat popularitas dan kinerja jajaran menteri Kabinet Merah Putih. 

Hasilnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya keluar sebagai pejabat paling populer, sedangkan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dinobatkan sebagai menteri berkinerja terbaik.

Baca Juga :
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Haris Rusly Beberkan Dokumen Politik: Satu Tekad, Tumbuh Merakyat, Makmur Bersama
Prabowo Tegaskan Bangsa Indonesia Selalu Diganggu, Singgung Politik Divide et Impera

“Seskab Teddy paling populer di mata publik, sedang Mentan Amran Sulaiman dinilai terbaik di jajaran kabinet pada dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran,” tutur Direktur Komunikasi Matriks Politik Indonesia Supriyadi, dikutip Kamis (22/10/26).

Pada kategori popularitas, Seskab Teddy menduduki posisi puncak dengan 88,88 persen, melampaui Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (85,3 persen) dan Menko Infrastruktur AHY (79,5 persen). Tingginya angka keterkenalan Teddy dinilai berkat perannya mendampingi Presiden serta tampil dalam rilis-rilis kebijakan strategis. 

“Peran Teddy sebagai Seskab menjadikannya sangat strategis untuk mengatur koordinasi para menteri dan pejabat tinggi lainnya,” kata Supriyadi.

Ia juga menambahkan, popularitas dan penilaian yang baik terhadap Teddy memberi peluang menjadi kuda hitam di masa depan.

Sementara itu pada aspek kinerja, Mentan Amran memimpin dengan penilaian positif tertinggi sebesar 75,1 persen, diikuti Menag Nasaruddin Umar (70,4 persen) dan Mensesneg Prasetyo Hadi (68,8 persen). Kinerja Amran mendapat apresiasi luas terutama dalam bidang ketahanan pangan.

“Amran berhasil mewujudkan target ambisius Prabowo untuk membawa Indonesia mencapai swasembada beras dalam setahun pemerintahan,” kata Supriyadi. 

Selain itu, Amran juga dinilai menyederhanakan distribusi pupuk bersubsidi dan mempertahankan kebijakan harga pembelian (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram yang berdampak pada rekor nilai tukar petani (NTP) tertinggi sebesar 131,11 pada September 2026.

Riset Matriks Politik Indonesia ini diselenggarakan pada 10–15 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di seluruh provinsi melalui metode multistage random sampling. Survei memiliki batas kesalahan (margin of error) sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca Juga :
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Menag Ungkap Kemajuan Pesantren Lewat Pembentukan Ditjen Baru
Dua Tahun Prabowo-Gibran: Isu MBG, Kopdes, dan Danantara Mendominasi Percakapan Publik, Begini Sentimennya
Dua Tahun Prabowo-Gibran, IKA BEMNUS Dukung Program Strategis Pemerintahan hingga Dorong Penguatan Ekonomi

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BMKG: 10 Wilayah Waspada Awan Kumulonimbus Hari Ini Kamis 22 Oktober
• 8 jam lalu
0
thumb
Video: Airlangga: Realisasi Investasi di KEK Turun
• 12 jam lalu
0
thumb
Gerakan Pangan Murah Gresik Diserbu Warga, Harga Sembako Lebih Terjangkau
• 22 jam lalu
0
thumb
FULL! KPAI Bicara Kasus Perundungan Anak Disabilitas di Surabaya: Ada Pengaruh Pola Asuh & Medsos
• 20 jam lalu
0
thumb
Bukan Cuma Menyerahkan Diri di Hari yang Sama, Pelaku Pembunuhan Bharatu Valdo Juga Buat Pengakuan Ini ke Polisi
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.