Wamendagri Bima Arya Dorong Sekolah Rakyat Menjangkau Lebih Banyak Anak

jpnn.com
9 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, MALANG - Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mendorong perluasan jangkauan Sekolah Rakyat untuk membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu, termasuk mereka yang sempat putus sekolah.

Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi Sekolah Rakyat di kawasan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Kota Malang.

BACA JUGA: Mensos Gus Ipul Sebut Sekolah Rakyat Memadukan Pendidikan dan Pemberdayaan

Dorongan tersebut disampaikan Wamendagri Bima Arya setelah mendengar langsung latar belakang dan cita-cita para siswa.

Dia mengaku terharu melihat semangat mereka untuk menempuh pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi dan kondisi keluarga yang sulit.

BACA JUGA: Mensos Gus Ipul Sebut Sekolah Rakyat Buka Jalan Pemberdayaan Bagi 44 Ribu Keluarga

Anak-anak tersebut tetap memiliki tekad untuk mengangkat derajat orang tua dan meraih cita-cita melalui pendidikan.

BACA JUGA: Menko Muhaimin Sebut Sekolah Rakyat Jadi Instrumen Pemutus Mata Rantai Kemiskinan

“Tadi saya terharu juga dengar tadi bapaknya buruh, orang tuanya meninggal, dan mereka bercita-cita untuk menaikkan derajat orang tuanya, ada yang cita-cita jadi tentara, ada yang jadi hakim,” ujar Bima saat mengunjungi sekolah tersebut, Rabu (21/10).

Semangat tersebut juga terlihat dari seorang anak yang ingin kembali bersekolah setelah hampir empat tahun putus sekolah.

Bagi Bima, kemauan anak tersebut untuk melanjutkan pendidikan merupakan hal yang luar biasa.

“Dia sudah hampir empat tahun dari putus sekolah, tapi masih mau sekolah itu kan luar biasa,” ungkapnya.

Kisah tersebut memperlihatkan pentingnya kesempatan belajar bagi anak-anak yang pendidikannya sempat terhenti.

Melalui Sekolah Rakyat, pemerintah membuka akses agar mereka dapat kembali menempuh pendidikan dan membangun harapan untuk masa depan yang lebih baik.

“Jadi ini sekolah rakyat harus terus kami dorong untuk semakin memperluas jangkauan,” ujarnya.

Lebih jauh, Wamendagri Bima Arya memandang Sekolah Rakyat sebagai program dengan tujuan jangka panjang.

Pendidikan yang diberikan tidak hanya membuka jalan bagi para siswa untuk memperbaiki kehidupan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan calon pemimpin bangsa.

Untuk mendukung tujuan tersebut, pelaksanaan Sekolah Rakyat di Kota Malang melibatkan sinergi berbagai pihak.

Sekolah yang memiliki 75 siswa tersebut memanfaatkan aset eks Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) di kawasan BPSDM Provinsi Jawa Timur.

Bima menjelaskan, pemanfaatan aset tersebut mendapat dukungan dari Kemendagri, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), serta Wali Kota Malang. (mrk/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa secara Masif di 3 Kabupaten di Sultra


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kasus Bharatu Valdo Ditembak Juniornya di Mako Polairud: Mengapa Pelaku Akhirnya Menyerahkan Diri?
• 12 jam lalu
0
thumb
BMKG: 12 Kota Berpotensi Hujan Hari Ini Kamis 22 Oktober, Tanjung Selor Waspada Petir
• 5 jam lalu
0
thumb
Hasil Liga Champions: Inter Amankan Kemenangan 1-0 atas Shaktar
• 8 jam lalu
0
thumb
Harga Emas Antam (ANTM) Turun Tiga Hari Beruntun, Simak Rinciannya
• 4 jam lalu
0
thumb
Reaksi Pihak Sarwendah Terkait Ruben Onsu Adopsi Bayi Laki-laki
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.