jpnn.com, JAKARTA - Peneliti senior Citra Institute Efriza menyoroti penurunan tren kepuasan publik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran selama dua tahun menjabat.
Menurut Efriza, kondisi tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintah yang pada awal masa jabatan mendapatkan respons positif dari masyarakat.
BACA JUGA: 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Rakyat Tertekan dan Program Unggulan Tuai Polemik
“Awal pemerintahan ini begitu meyakinkan, sebesar 78-80 persen publik menunjukkan antusiasmenya. Ternyata, dua tahun malah melorot hingga 65-66 persen,” kata Efriza kepada JPNN.com, Rabu (21/10).
Dia menyebut tren tersebut menunjukkan penurunan sekitar 13 poin persentase dibandingkan tingkat kepuasan pada awal pemerintahan.
BACA JUGA: 2 Tahun Prabowo-Gibran, Celios Desak Evaluasi Menteri dan Reshuffle Kabinet
Efriza juga membandingkan kondisi tersebut dengan dua tahun pertama pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Menurut dia, tren kepuasan pada pemerintahan Jokowi justru meningkat dari sekitar 50 persen menjadi 65-66 persen dalam periode yang sama.
BACA JUGA: Dua Tahun Prabowo-Gibran: Terobosan Berani di Tengah Dunia yang Berubah
“Jika dibandingkan dengan pemerintahan Jokowi, tren dua tahunnya tampak miris. Sebab, pemerintahan Jokowi dalam dua tahun trennya naik dari 50 persen menjadi 65-66 persen,” ujarnya.
Efriza menilai pemerintah perlu menjadikan perubahan persepsi publik sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja pada tahun-tahun berikutnya.
Dia menegaskan, tantangan pemerintah bukan sekadar mempertahankan stabilitas politik, melainkan memastikan kebijakan yang dihasilkan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah semestinya dapat mewujudkan hasil kinerja yang berdampak nyata bagi kesejahteraan rakyat,” tuturnya. (kkp/jpnn)
Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Kenny Kurnia Putra





Komentar (0)