Jakarta: Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta pada triwulan III 2026 mencapai 54,39 persen atau senilai Rp40,40 triliun dari pagu Rp74,29 triliun. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan jajarannya untuk tidak menumpuk pelaksanaan kegiatan di akhir tahun.
“Saya secara khusus telah meminta kepada perangkat daerah untuk segera menyelesaikan kegiatan sehingga tidak menumpuk di ujung tahun,” ujar Pramono dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.
Baca Juga :
Pemprov DKI Kucurkan Rp876,7 Miliar untuk Renovasi 19 Sekolah, Ini Progresnya
“Dan biasanya di DKI Jakarta, sejak awal APBD diketok saya sudah menyampaikan untuk dilakukan persiapan lebih awal sehingga tidak menumpuk di ujung,” kata Pramono.
Selain belanja daerah, Pramono memaparkan pendapatan daerah DKI Jakarta hingga 30 September 2026 telah terealisasi sebesar Rp44,98 triliun atau 62,95 persen dari target Rp71,45 triliun. Realisasi penerimaan pembiayaan daerah juga tercatat mencapai Rp6,46 triliun atau 64,43 persen dari target Rp9,88 triliun.
“Pendapatan daerah tersebut sebagian besar bersumber dari perpajakan,” ujar Pramono.
Konferensi Pers realisasi APBD DKI Jakarta triwulan III 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.
Sementara itu, pengeluaran pembiayaan daerah hingga triwulan III berada di angka Rp2,02 triliun atau 28,74 persen dari pagu Rp7,04 triliun. Pramono menegaskan penggunaan APBD bukan sekadar persoalan besaran nominal atau penyerapan pengeluaran semata.
“Apakah layanan publik di Jakarta menjadi semakin baik? Apakah kegiatan ekonominya juga semakin baik dan transparan? Apakah pembangunannya juga menjawab kebutuhan warga? Karena tiga pertanyaan dasar inilah yang kemudian memberi arah kepada Pemerintah DKI Jakarta untuk menggunakan APBD ini secara transparan dan terbuka,” ujar Pramono.





Komentar (0)