KMP Batumandi akhirnya tenggelam, usai terbakar pada Selasa (20/10). Kapal besar itu tenggelam secara perlahan pada Rabu (21/10), pukul 20.54 WIB. Dari video yang dibagikan, nampak asap masih mengepul keluar dari badan kapal.
Menanggapi hal itu ASDP berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan lokasi kapal yang tenggelam tidak mengganggu keselamatan dan kelancaran lalu lintas pelayaran.
"Langkah pengamanan akan dilakukan melalui pemasangan buoy sebagai penanda lokasi kapal, sehingga dapat menjadi panduan bagi kapal-kapal yang melintas dan meminimalkan potensi risiko di area tersebut," kata Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale melalui keterangan tertulis, Rabu (21/10).
Windy mengatakan selanjutnya, ASDP akan berkoordinasi dengan instansi berwenang dan pihak terkait untuk mempersiapkan proses pengangkatan kapal melalui operasi salvage.
"Pelaksanaan proses tersebut akan memperhatikan aspek keselamatan, keamanan, serta kondisi perairan guna memastikan penanganan berjalan secara terencana dan sesuai prosedur yang berlaku," ujarnya.
ASDP berkomitmen untuk memastikan setiap tahapan penanganan insiden KMP Batumandi dilaksanakan secara terkoordinasi dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pelayaran.
"Perusahaan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar langkah-langkah penanganan berjalan optimal, sekaligus mendukung kelancaran operasional penyeberangan di Pelabuhan Merak," tutupnya.






Komentar (0)