JAKARTA – Dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Survei Matriks Politik Indonesia melakukan survei terhadap 1.200 responden di seluruh provinsi Indonesia. Hasilnya, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjadi pejabat kabinet paling populer. Sementara Menteri Pertanian Amran Sulaiman dinilai sebagai menteri terbaik.
Direktur Komunikasi Matriks Politik Indonesia Supriyadi mengatakan, pengambilan data terhadap responden terpilih dilakukan melalui wawancara tatap muka oleh enumerator yang sudah terlatih dibantu dengan kuesioner. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
“Seskab Teddy paling populer di mata publik, sedang Mentan Amran Sulaiman dinilai terbaik di jajaran kabinet pada dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran,” kata Supriyadi, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, tingkat popularitas Seskab Teddy mencapai 88,88 persen, disusul oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (85,3 persen) dan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (79,5 persen).
Baca Juga:Kortastipidkor Polri Geledah Ruang Kerja Bupati Gowa Husniah, Sita 4 Boks Dokumen PBGDia menyampaikan popularitas Teddy sangat tinggi berkat kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai aktivitas kenegaraan. Teddy juga kerap tampil dalam beberapa konferensi pers untuk menjelaskan kebijakan pemerintah.
“Peran Teddy sebagai Seskab menjadikannya sangat strategis untuk mengatur koordinasi para menteri dan pejabat tinggi lainnya,” jelas Supriyadi.
Dalam survei tersebut, nama Teddy juga masuk dalam peringkat lima besar menteri-menteri dengan penilaian terbaik. “Popularitas dan penilaian yang baik terhadap Teddy memberi peluang menjadi kuda hitam di masa depan,” jelasnya.
Sementara di jajaran menteri dan pejabat dengan penilaian terbaik, Mentan Amran menduduki peringkat pertama sebesar 75,1 persen. Posisi berikutnya diraih oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar (70,4 persen) dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (68,8 persen).
Amran membidangi sektor pertanian sejak masa Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan dianggap memiliki kinerja yang sangat baik dari publik. Dia juga berhasil mewujudkan target Prabowo untuk membawa Indonesia mencapai swasembada beras.
Baca Juga:Sosok AKBP Heti Patmawati Perwira Polda Lampung Raih Penghargaan Polwan Internasional“Amran juga menyederhanakan distribusi pupuk bersubsidi dan mempertahankan kebijakan harga pembelian (HPP) gabah sebesar Rp 6.500 per kilogram,” sambungnya.
Dia menambahkan, nilai tukar petani (NTP) mencapai 131,11 pada September 2026, mencatatkannya sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Keberhasilan itu tidak lepas dari kerja keras Amran dan jajaran Kementerian Pertanian dengan turun langsung ke lapangan.
“Tidak hanya dinilai terbaik, Amran pun dikenal luas oleh publik dengan tingkat popularitas yang tinggi,” tutup Supriyadi.
#nasional





Komentar (0)