JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo, Kurniawan, meyakini Presiden Prabowo Subianto akan melakukan tindakan tegas terkait Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid dalam beberapa hari ke depan.
Nusron menjadi sorotan setelah dua kali tidak menghadiri panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap pengurusan hak guna bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk.
“Saya rasa begini ya, ini kan tinggal waktu saja, kita juga bekejaran dengan waktu. Saya yakin dalam berapa hari ke depan itu akan ada sesuatu yang tegas yang dilakukan oleh Bapak Prabowo Subianto ya,” kata Iwan, sapaan akrab Kurniawan, dalam dialog Kompas Petang Kompas TV, Rabu (21/10/2026).
“Karena Pak Prabowo ya saya yakin dia tak tidak akan mengorbankan nama besarnya, popularitasnya hanya untuk melindungi seorang Nusron ya,” lanjutnya.
Baca Juga: Prabowo ke Kabinet Merah Putih: Terima Kasih Teamwork Selama 2 Tahun Ini
Ia pun mengimbau Nusron yang merupakan rekannya di Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 tersebut untuk menjaga program kerja Prabowo dalam pemberantasan korupsi.
“Jadi saya yakin Pak Prabowo tidak akan mengintervensi dan saya yakin juga dalam berapa hari ke depan pasti akan ada tindakan tegas dari seorang Prabowo Subianto kepada pembantunya yang terindikasi korupsi, walaupun belum terbukti secara sah secara hukum,” ungkap Iwan.
Saat ditanya apakah itu berarti akan terjadi reshuffle kabinet, dan dari mana ia mendapatkan sinyal tersebut, Iwan mengaku yakin para anggota kabinet juga membahas hal itu.
“Dalam berapa hari ini kawan-kawan di kabinet juga sedang rapat pertemuan-pertemuan di sana. Saya yakin juga membahas masalah ini ya, internal di Pak Prabowo juga membahas itu (reshuffle),” tuturnya.
Ia juga yakin Prabowo akan bersikap tegas kepada siapa pun termasuk orang paling dekatnya sekalipun.
“Jadi kita tunggu aja, Mas, dalam berapa hari ke depan pasti ada tindakan tegas dari Prabowo sebagai sinyal untuk melanjutkan penyidikan kepada Saudara Nusron Wahid. Saya rasa itu,” tegasnya.
Baca Juga: KPK Akan Atur Ulang Jadwal Pemanggilan Nusron Wahid Secepatnya
Sebelumnya, saat berpidato pada pembukaan Sidang Paripurna Kabinet di Jakarta, Rabu, Prabowo mengibaratkan pemerintahannya seperti pertandingan sepak bola.
Ia mengatakan satu periode pemerintahan berlangsung selama lima tahun. Artinya, babak pertama berjalan hingga 2,5 tahun pertama periode.
“Kita ini 5 tahun. Jadi 2,5 tahun baru babak pertama. Habis itu kita akan ke babak kedua,” kata dia.
“Jadi ini masih masih babak pertama. Jadi tenang-tenang saja para pemain cadangan yang saya sudah lihat gelisah, ‘Kapan saya dimainkan,’” tambahnya.
Prabowo juga menegaskan, sejak awal pemerintahannya, dirinya sudah menyampaikan tidak semua ‘pemain’ akan dimainkan sejak babak awal.
“Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita, tidak semua pemain akan kita mainkan di awal. Ada yang cadangan, ada yang pendukung, ada yang striker. Yang cadangan jangan frustrasi, pada saatnya Saudara akan kita mainkan.”
Namun, kata Prabowo, ia prihatin karena di babak pertama sudah ada yang masuk rumah sakit.
“Tapi, Saudara-Saudara, saya sudah prihatin di babak pertama sudah ada yang masuk rumah sakit,” kata dia tanpa menjelaskan yang dimaksud.
Baca Juga: Nusron Wahid Muncul di Sidang Kabinet setelah 2 Kali Tak Hadiri Panggilan KPK
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- nusron wahid
- menteri atr bpn
- kementerian atr bpn
- gerakan cinta prabowo
- prabowo
- nusron wahid dipanggil kpk






Komentar (0)