JAKARTA, DISWAY.ID-- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan jika perekonomian Jakarta menunjukkan perkembangan positif tumbuh sebesari 5,52 persen pada Triwulan II 2026.
Kata Pramono, sektor konstruksi menjadi salah satu penyumbang utama pertumbuhan ekonomi.
BACA JUGA:BI Tahan BI-Rate di 5,75 Persen, Naikkan Deposit Facility ke 5,00 Persen
Sementara Indeks Keyakinan Konsumen pada Agustus 2026 berada di level 150, yang menunjukkan optimisme masyarakat.
“Pertumbuhan ini ditopang berbagai lapangan usaha. Saya berharap sektor konstruksi semakin tumbuh karena menunjukkan geliat ekonomi dan optimisme di Jakarta semakin baik,” ujar Pramono saat konferensi pers realisasi APBD Triwulan III Tahun Anggaran 2026 di Balai Kota Jakarta pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Sementara hingga September 2026, inflasi Jakarta tercatat sebesar 2,71 persen secara tahunan, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 3,28 persen.
Pengendalian inflasi dilakukan melalui strategi keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.
BACA JUGA:Cara Tarik Tunai ShopeePay Gratis Biaya Admin, Bisa Lewat ATM BCA dan Minimarket
Langkah tersebut antara lain diwujudkan melalui pasar murah, pangan bersubsidi, kerja sama pasokan antardaerah, serta penguatan distribusi pangan.
Selain menjaga stabilitas harga, Pemprov DKI Jakarta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional.
Jakarta Fair 2026 mencatat transaksi Rp8,2 triliun dengan 6,1 juta pengunjung, sedangkan Festival Jakarta Great Sale membukukan transaksi Rp26,8 triliun dengan keterlibatan 104 pusat perbelanjaan.
BACA JUGA:Terima Merit Award dari Pemerintah Moldova, Prof. Deby Vinski: Buka Peluang Kerja Sama Indonesia dan Moldova
Pramono menilai kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi bagi sektor perdagangan, pariwisata, perhotelan, transportasi, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Jakarta sekarang menjadi episentrum event di Indonesia. Kegiatan-kegiatan ini kami fasilitasi karena dampak berganda ekonominya luar biasa,” ujarnya.
Pemprov DKI Jakarta juga terus mendukung penyelenggaraan berbagai agenda internasional, termasuk Jakarta Running Festival pada 24–25 Oktober 2026, untuk memperkuat aktivitas ekonomi dan daya tarik Jakarta sebagai kota tujuan kegiatan berskala besar.






Komentar (0)