Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Syahganda Nainggolan, menilai status pengemudi ojek online (ojol), apakah tetap sebagai mitra atau masuk dalam hubungan kerja sebagai pekerja, perlu terus dikawal.
Hal itu disampaikan Syahganda saat menanggapi persoalan ojol dalam audiensi ketenagakerjaan bersama perwakilan serikat pekerja atau serikat buruh di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Advertisement
Syahganda mengatakan, terdapat dua pandangan mengenai status pengemudi ojol. Sebagian pihak ingin mempertahankan status kemitraan, sedangkan pihak lain ingin pengemudi masuk dalam hubungan kerja sebagai buruh.
“Sebenarnya ini kan memang saya ngikutin perkembangan itu kan memang masih ada dua, yang ingin dia tetap bertahan sebagai mitra, yang satu lagi dia bertahan dia ingin tetap masuk di dalam hubungan kerja seperti kita, buruh,” kata dia dalam audiensi, Jakarta, Rabu.
Syahganda menilai persoalan status pengemudi ojol perlu menjadi bagian dari perjuangan ketenagakerjaan. Menurut dia, kejelasan mengenai kedudukan pengemudi penting agar perdebatan antara hubungan kemitraan dan hubungan kerja tidak berhenti pada perbedaan pandangan.
Dia pun menyatakan sepakat agar persoalan tersebut terus dikawal.
“Nah, jadi memang ini perjuangan kita, saya setuju, ya, bahwa memang kita harus dikawal terus, apakah dia akan menjadi bagian daripada pekerja, atau dia mitra,” ujar Syahganda.
Untuk diketahui, audiensi Bakom bersama perwakilan serikat buruh tersebut membahas sejumlah persoalan ketenagakerjaan, mulai dari kepastian penerimaan salinan UU Perlindungan Ketenagakerjaan hingga pengawalan aturan turunannya.
Dalam forum ini, berbagi aspirasi dari serikat buruh ditampung untuk kemudian disampaikan kepada pemerintah melalui Bakom.





Komentar (0)