Jakarta — Perubahan prioritas investasi, percepatan teknologi, dan tuntutan peningkatan produktivitas membuat dunia usaha perlu meninjau kembali strategi pertumbuhannya. Pemimpin bisnis dituntut menjaga kinerja perusahaan saat ini sekaligus menyiapkan organisasi agar mampu menghadapi perubahan dan memanfaatkan peluang jangka panjang.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu latar belakang penyelenggaraan "OUTLOOK 2027: Winning the Next Growth Cycle, The 2027 C-Suite Agenda for Growth, Leadership and Competitive Advantage". Forum dialog strategis yang diinisiasi Ikatan Alumni Prasetiya Mulya (IKA Prasmul) ini digelar melalui kolaborasi dengan Prasmul Executive Learning Institute (Prasmul ELI) dan CEO Club Prasmul.
Bertempat di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta pada Jumat (16/10/2026), OUTLOOK 2027 mempertemukan lebih dari 200 pemimpin C-suite, pemilik bisnis, komisaris, pembuat kebijakan, dan akademisi dari berbagai sektor. Forum ini juga dihadiri perwakilan organisasi alumni dari sejumlah perguruan tinggi, sehingga membuka ruang pertukaran perspektif dan peluang kolaborasi lintas komunitas profesional.
Mengusung tema “Learning from Where We Have Been, Shaping Where We Go Next”, OUTLOOK 2027 dirancang untuk menghubungkan pembelajaran dari dinamika bisnis sebelumnya dengan strategi menghadapi peluang dan tantangan pertumbuhan berikutnya.
Bagi IKA Prasmul, forum ini sekaligus menjadi sarana memperluas kontribusi alumni melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat bagi dunia usaha dan masyarakat.
Ketua Umum IKA Prasmul, Edy Sutrisman, yang akrab disapa Edisut, mengatakan OUTLOOK 2027 berangkat dari semangat kolaborasi untuk mempertemukan beragam perspektif mengenai arah ekonomi dan bisnis Indonesia.
“Forum ini lahir dari kolaborasi IKA Prasmul bersama CEO Club Prasmul dan Prasmul ELI. Kami ingin menghadirkan ruang bagi para pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, dan akademisi untuk bertukar perspektif tentang arah bisnis dan ekonomi Indonesia menuju 2027, sejalan dengan semangat tema kita: learning from where we have been, shaping where we go next,” ujar Edisut.
Menurut Edisut, IKA Prasmul juga memiliki tanggung jawab untuk membagikan pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para alumni dari almamater mereka. Sebagai ikatan alumni dari salah satu sekolah bisnis pertama di Indonesia, organisasi ini memandang edukasi kepada masyarakat sebagai tanggung jawab yang perlu dijalankan secara berkelanjutan.
“Ilmu dan pengalaman yang kami peroleh dari almamater perlu terus dibagikan agar memberi manfaat bagi dunia usaha dan masyarakat luas. Forum seperti OUTLOOK 2027 adalah salah satu cara kami menjalankan tanggung jawab tersebut,” tambahnya.
Edisut menilai kolaborasi lintas perusahaan, industri, pemerintah, dunia pendidikan, dan komunitas alumni penting untuk menghadapi perubahan yang semakin cepat. Menurutnya, pertumbuhan bisnis membutuhkan kerja sama yang memungkinkan para pelaku usaha saling melengkapi.
“Kami percaya bahwa di tengah perubahan yang begitu cepat, tidak ada bisnis yang dapat tumbuh sendirian. Pertumbuhan lahir dari kolaborasi: antarperusahaan, antarindustri, serta antara swasta, pemerintah, dan dunia pendidikan. Semangat yang sama berlaku bagi komunitas alumni,” jelasnya.
Semangat tersebut turut tercermin dalam kehadiran para pimpinan organisasi alumni dari berbagai perguruan tinggi. Mereka yang hadir meliputi:
- Agustin Peranginangin, Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB).
- Tb Robby Budiansyah, Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Trisakti (IKA Usakti).
- David Chandrawan, Ketua Umum Ikatan Alumni PPM School of Management (IKA PPM).
- Eka Sri Dana Afriza, Ketua Umum Ikatan Alumni IPMI International Business School (IA IPMI).
- Dr. Ir. Didik Purwadi, Wakil Ketua Umum VII Pengurus Pusat Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA).
Kehadiran para pimpinan organisasi tersebut menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antarkomunitas, mempertemukan gagasan dan kompetensi, serta membuka peluang kerja sama lintas industri. IKA Prasmul berharap jejaring alumni dapat berkembang menjadi kekuatan kolaboratif yang berkontribusi bagi dunia usaha dan masyarakat.
“Kami sangat berbahagia atas kehadiran sahabat-sahabat dari IA-ITB, KAGAMA, IKA Usakti, IKA PPM, dan IA IPMI. Jejaring lintas bisnis dan lintas alumni adalah kekuatan besar untuk mempertemukan gagasan, kompetensi, dan peluang. Semoga pertemuan hari ini menjadi awal kolaborasi yang lebih erat dan berkelanjutan,” tutup Edisut.
Melalui pertemuan tersebut, IKA Prasmul mendorong komunitas alumni untuk menghubungkan pengalaman, keahlian, dan peluang dari berbagai sektor. Jejaring profesional ini diharapkan dapat memperluas ruang pertukaran gagasan sekaligus mendukung pengembangan dunia usaha Indonesia.
Bahas Prospek Ekonomi, Investasi, dan Kepemimpinan 2027Selain mempertemukan para pemimpin bisnis, OUTLOOK 2027 menghadirkan rangkaian diskusi mengenai faktor-faktor strategis yang memengaruhi keputusan perusahaan dalam menghadapi 2027. Pembahasan mencakup prospek ekonomi dan investasi, kesiapan kepemimpinan, serta kemampuan organisasi mempertahankan kinerja di tengah perubahan.
Sesi pertama, "Indonesia 2027: Where Growth, Capital and Strategic Opportunity Will Move Next", menghadirkan Ichsan Zulkarnaen, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal di Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Sesi ini membahas prospek investasi Indonesia dan implikasinya terhadap penentuan prioritas serta strategi pertumbuhan perusahaan.
Selanjutnya, sesi "Leading the Ambidextrous Enterprise: Delivering Today While Building Tomorrow" menghadirkan Ric Roi, Professor of Leadership and Organization serta Academic Director for IMD Voyager. Diskusi berfokus pada tantangan pemimpin dalam menjaga kinerja bisnis saat ini sekaligus mempersiapkan organisasi menghadapi perubahan dan peluang jangka panjang.
Sesi ketiga, "Where Growth, Capital and Private-Sector Competitiveness Will Move Next", menghadirkan Anindya Novyan Bakrie, Ketua Umum KADIN Indonesia periode 2024–2029. Pembahasan mencakup prospek pertumbuhan ekonomi, peluang investasi, dan upaya memperkuat daya saing sektor swasta melalui produktivitas, inovasi, serta kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan diskusi panel bertajuk "Turning Outlook into Action". Sesi ini mengajak peserta menghubungkan perspektif ekonomi dan kepemimpinan dengan pilihan strategis di tingkat perusahaan. Isu yang dibahas meliputi pemanfaatan teknologi, daya saing, alokasi modal, serta pertumbuhan yang berorientasi pada pelanggan.
Melalui rangkaian sesi tersebut, peserta memperoleh perspektif dari berbagai bidang untuk mengevaluasi prioritas, mengantisipasi perubahan, dan mempertimbangkan langkah strategis dalam menyongsong siklus pertumbuhan berikutnya.
Perluas Peluang Kerja Sama melalui Jejaring ProfesionalPertukaran gagasan dalam OUTLOOK 2027 juga dilengkapi sesi tanya jawab eksekutif dan networking. Kedua sesi ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk berbagi pengalaman, mendiskusikan tantangan bisnis, dan menjajaki peluang kerja sama.
Interaksi antarpeserta menjadi bagian dari upaya membangun hubungan profesional yang dapat berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan. Dengan mempertemukan pemimpin dari berbagai industri dan latar belakang, forum ini membuka ruang bagi peserta untuk memperluas koneksi, berbagi pengetahuan, dan bekerja sama lintas sektor.
Kolaborasi IKA Prasmul dengan CEO Club Prasmul dan Prasmul ELI turut memperkuat pendekatan lintas ekosistem tersebut. Komunitas alumni, dunia usaha, dan institusi pembelajaran eksekutif memiliki peran yang saling melengkapi dalam mempertemukan kebutuhan bisnis dengan pengetahuan, pengalaman, dan pengembangan kapabilitas kepemimpinan.
Melalui jejaring yang luas dan solid, IKA Prasmul berupaya menghubungkan para alumni sekaligus memperluas kontribusi mereka bagi dunia usaha dan masyarakat. OUTLOOK 2027 menjadi salah satu upaya organisasi tersebut untuk mendorong dialog strategis dan membuka peluang kolaborasi yang relevan bagi perkembangan bisnis Indonesia.
Memperkuat Kesiapan Pemimpin melalui Pembelajaran EksekutifSebagai mitra kolaborasi, Prasmul Executive Learning Institute (Prasmul ELI) membawa perspektif pembelajaran eksekutif yang relevan dengan tantangan kepemimpinan dan transformasi organisasi.
Dalam lingkungan bisnis yang dinamis, pemimpin perlu menguasai pengetahuan sekaligus mampu memahami persoalan bisnis, mengambil keputusan, membangun kapabilitas organisasi, dan menerjemahkan wawasan menjadi tindakan yang berdampak.
Melalui OUTLOOK 2027, pembelajaran eksekutif dihubungkan dengan persoalan strategis yang dihadapi para pemimpin, mulai dari prospek investasi dan pertumbuhan hingga pengelolaan organisasi dalam menghadapi perubahan.
Kolaborasi ini mempertemukan jejaring dan semangat kerja sama yang dibawa IKA Prasmul dengan perspektif pembelajaran eksekutif serta pengembangan kapabilitas organisasi dari Prasmul ELI. Sinergi tersebut membuka ruang pertukaran gagasan yang lebih luas bagi para pemimpin bisnis.
Ke depan, semangat yang diusung OUTLOOK 2027 diharapkan terus mendorong pertemuan lintas industri dan komunitas, sekaligus memperkuat kontribusi alumni Prasetiya Mulya bagi dunia usaha dan masyarakat.
Bagi IKA Prasmul, pertumbuhan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian perusahaan atau individu, tetapi juga dengan kemampuan membangun ekosistem yang memungkinkan pengetahuan, pengalaman, dan peluang berkembang bersama.
Melalui inisiatif ini, IKA Prasmul menegaskan komitmennya untuk terus menghubungkan alumni, memperluas kolaborasi profesional, dan memberikan kontribusi yang relevan bagi masa depan bisnis Indonesia.





Komentar (0)