Jakarta: Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kegeramannya terhadap praktik yang dinilai merugikan bangsa Indonesia, terutama pengambilan kekayaan negara ke luar negeri selama bertahun-tahun. Ia menegaskan pemerintah harus berani menghadapi persoalan tersebut demi menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia.
Prabowo mengatakan, pemerintah menerima mandat rakyat untuk menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan. Menurut dia, kondisi tersebut menuntut keberanian dalam mengambil sikap, tanpa semata-mata berupaya menyenangkan pihak lain.
"Kita menerima mandat dari rakyat dalam situasi dan waktu yang memaksa kita untuk menghadapi tantangan-tantangan dan kesulitan-kesulitan dengan berani. Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau terlalu berusaha untuk menyenangkan orang lain," ujar Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna yang bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dalam Metro Hari Ini, Rabu, 21 Oktober 2026.
Baca Juga :
Targetkan E50 dan B50, Prabowo Optimistis Indonesia Tak Perlu Lagi Impor BBMIa menegaskan, pemerintah dihadapkan pada pilihan untuk menghadapi persoalan yang ada demi menyelamatkan kekayaan nasional atau membiarkan praktik yang menyebabkan kekayaan Indonesia terus mengalir ke luar negeri.
"Kita dipaksa sekarang untuk memilih: menghadapi kesulitan, menghadapi kenyataan yang intinya adalah menyelamatkan kekayaan bangsa dan rakyat Indonesia. Atau kita meneruskan sistem yang mengakibatkan kekayaan Indonesia diambil ke luar negeri tahun demi tahun melalui segala praktik-praktik yang saya anggap penipuan," ungkap Kepala Negara.
Prabowo juga menilai praktik tersebut telah merugikan bangsa, masyarakat, dan pemerintah. Ia menyebut para ahli hukum dan ahli pidana dapat memberikan penilaian terhadap persoalan yang disorotnya.
Dalam pidatonya, Prabowo secara khusus menyoroti penyelundupan yang dinilainya sebagai tindakan yang mengancam perekonomian nasional.
"Coba, apakah ada pemimpin politik atau ahli hukum yang akan berdiri dan mengatakan bahwa penyelundupan itu bukan pelanggaran? Penyelundupan adalah ibarat menikam bangsa kita, menikam badan kita. Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita. Membunuh ekonomi kita artinya membunuh bangsa kita," tegas Prabowo.




Komentar (0)