Presiden Prabowo Subianto menyinggung perihal penyelundupan timah hingga batu bara. Hal itu menurutnya bisa membunuh sistem perekonomian.
Di samping itu, ia juga menyinggung para pihak yang disebutnya sebagai ‘para ahli’ yang menyebut bahwa penyelundupan bukan pelanggaran.
“Bangsa kita ditipu. Rakyat kita ditipu. Pemerintah kita ditipu. Para ahli hukum, para ahli pidana akan membenarkan. Coba apakah ada pemimpin politik atau ahli hukum yang akan berdiri dan mengatakan bahwa penyelundupan itu bukan pelanggaran. Penyelundupan adalah ibarat menikam bangsa kita, menikam badan kita. Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita. Membunuh ekonomi kita artinya membunuh bangsa kita,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet di Istana Kepresidenan pada Rabu (21/10).
Adapun dia menyebut beberapa komoditas yang kerap kali diselundupkan. Beberapa di antaranya adalah emas hingga pupuk bersubsidi.
“Harta kekayaan kita diselundupkan. Timah kita diselundupkan. Emas kita diselundupkan. Batu bara kita diselundupkan. Kayu kita diselundupkan. BBM kita yang kita subsidi diselundupkan. Pupuk kita yang disubsidi diselundupkan,” ujarnya.
Maka dari itu, Prabowo menyebut bahwa sistem yang membuat penyelundupan bisa dilakukan tidak boleh dipertahankan. Adapun saat ini menurut Prabowo Indonesia sedang berada dalam kondisi ‘survival’.
Dengan demikian, segala kebocoran terkait kekayaan negara termasuk sumber daya alam memang harus ditekan.
“Saudara-saudara. Inti yang ingin saya sampaikan yang sudah berkali-kali saya sampaikan kepada saudara-saudara, kita sekarang berada dalam kondisi harus survival. Kita harus bertahan, kita harus menyelamatkan kekayaan kita, kekayaan kita, sumber alam kita. Itu adalah ibarat darah kita. Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat,” kata Prabowo.






Komentar (0)