Dari Bisnis Keluarga ke Pasar Global, Apa Tantangannya?

metrotvnews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Rumah Makan Pagi Sore bersiap memasuki babak baru pengembangan bisnis melalui strategi ekspansi jaringan, penguatan kolaborasi dengan investor dan mitra, serta regenerasi kepemimpinan antargenerasi. Langkah ini menjadi bagian dari visi perusahaan untuk memperluas jangkauan sekaligus mempertahankan warisan cita rasa Minangkabau yang telah menjadi identitasnya.

Perjalanan Pagi Sore bermula di Palembang, Sumatra, pada 1973. Usaha ini didirikan oleh Haji Lismar dan Sabirin dengan semangat menghadirkan hidangan berkualitas. Dari usaha yang dirintis secara sederhana, Pagi Sore tumbuh dan memperoleh kepercayaan pelanggan dari waktu ke waktu.

Tongkat estafet pengembangan kemudian dilanjutkan oleh CEO Pagi Sore Hijau H. Erwin. Ekspansi ke Jakarta dimulai dari kawasan Kemang, sebelum jaringan usaha ini berkembang ke kawasan Pemuda dan sejumlah kota lainnya, antara lain Surabaya, Semarang, Bali, Medan, Batam, dan Makassar.

"Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Pagi Sore dalam membangun bisnis kuliner dengan tetap menjaga kualitas produk, pelayanan, dan nilai-nilai yang diwariskan para pendiri," kata Erwin saat konferensi pers di Pagi Sore Hijau Pemuda, Rawamangun Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026. Menyiapkan babak baru ekspansi Memasuki tahap pengembangan berikutnya, Pagi Sore menyiapkan rencana pembukaan cabang baru di sejumlah wilayah Indonesia. Pada 2026, perusahaan merencanakan ekspansi ke Malang, Yogyakarta, dan kawasan Bidakara, Jakarta. Rencana berikutnya mencakup Jl. Teluk Betung Grand Indonesia Jakarta dan Manado, serta pengembangan cabang kedua di Batam.

Memasuki 2027, ekspansi direncanakan berlanjut ke Balikpapan, Bandar Lampung, dan Samarinda. Rencana tersebut mencerminkan upaya Pagi Sore untuk menjangkau pasar yang lebih luas sekaligus memperkuat fondasi bisnis secara berkelanjutan.

"Pelaksanaannya akan menjadi bagian penting dari strategi pengembangan jaringan usaha dalam menghadapi peluang industri kuliner nasional," kata dia.

Baca Juga :

Dari Produk Lokal ke Pasar Lebih Luas, UMKM Kerajinan Didorong Terus Berkembang


(Pagi Sore menetapkan Helmy Yahya sebagai Brand Ambassador. Foto: Dok Pagi Sore) Regenerasi dan sinergi bersama investor Selain memperluas jaringan, Pagi Sore juga melanjutkan proses regenerasi dengan melibatkan generasi penerus keluarga, yakni Ivan, Devinna, dan Reyhan. Mereka mengambil peran dalam pengembangan usaha untuk menjawab tantangan dan peluang bisnis ke depan.

Kolaborasi dengan investor dan mitra menjadi salah satu unsur penting dalam perjalanan tersebut. Dukungan para pemangku kepentingan, bersama kerja keras tim dan kepercayaan pelanggan, dinilai berperan dalam menjaga keberlangsungan usaha sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru.

"Perjalanan ini tentu tidak terlepas dari kepercayaan para pelanggan, dukungan para investor dan mitra, serta kerja keras seluruh tim yang terus menjaga kualitas dan nilai-nilai Pagi Sore. Kami menyadari bahwa bertumbuh bukan hanya tentang membuka cabang baru, tetapi juga tentang menjaga konsistensi, memperkuat pelayanan, dan memastikan bahwa setiap langkah tetap berpegang pada nilai yang diwariskan oleh para pendiri," ujar Erwin.

Melalui tema The Next Chapter Pagi Sore, perusahaan menegaskan arah pengembangan yang tidak hanya berfokus pada penambahan cabang, tetapi juga pada keberlanjutan warisan usaha, sinergi antargenerasi, serta penguatan kerja sama dengan investor dan mitra.

"Bagi Pagi Sore, pertumbuhan bisnis bukan semata-mata tentang memperluas jumlah gerai. Konsistensi kualitas, pelayanan, dan kepercayaan pelanggan tetap menjadi bagian penting yang perlu dijaga seiring dengan ekspansi. Dengan rencana pengembangan yang berlanjut hingga 2027, Pagi Sore berharap dapat semakin dekat dengan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia dan terus berkontribusi terhadap perkembangan industri kuliner nasional," kata Erwin.

Salah satu langkah strategis dalam The Next Chapter Pagi Sore, adalah menetapkan Helmy Yahya sebagai Brand Ambassador. Kehadiran Helmy diharapkan mampu membawa Pagi Sore, tidak hanya juara dalam hal cita rasa tapi juga mampu menjadi leader di kalangan bisnis kuliner lainnya.

"Target dari CEO, Pak Erwin itu tiga cabang di 2026 bisa kita rampungkan dan di 2027, akan ada tujuh cabang lagi. Tapi saya optimis, bisa lebih dari 20 cabang yang bisa hadir melayani para konsumen di akhir 2027," kata Helmy.

Ia berharap, Pagi Sore akan bisa bertumbuh layaknya bisnis kuliner Thailand dan Vietnam, yang telah menyentuh angka puluhan ribu outlet di mancanegara.  Untuk itu, ia berharap pemerintah bisa membantu dunia kuliner Indonesia, dengan memberikan kemudahan, ditambah dengan tetap terjaganya kualitas dan cita rasa tradisi dari masing-masing kuliner.

"Pagi Sore sendiri sudah menerima tawaran untuk membuka cabang di Malaysia. Kita juga dapat tawaran dari Singapura, dari Australia. Bahkan Pak Dubes itu, minta kita buka di Roma, Italia loh bos. Saya pribadi, menginginkan, bisa juga buka cabang di Mekah, Madinah, maupun Tiongkok, seperti Shanghai, Beijing, dan Shenzhen, yang menjadi tujuan wisata orang Indonesia," papar dia.

Ia menyatakan, bisnis kuliner merupakan usaha padat karya yang mampu menimbulkan multiplier effect ekonomi di wilayah restoran itu dibuka. Helmy menegaskan, dengan tetap menjaga cita rasa tradisi dan ditambah dengan promosi yang tepat, Pagi Sore akan mengalami peningkatan, baik di domestik maupun mancanegara.

"Salah satu kunci, yang bisa saya bocorkan, adalah pelibatan teknologi di central kitchen Pagi Sore. Yang artinya, konsumen akan mendapatkan cita rasa yang sama, di cabang Pagi Sore mana pun. Kami saat ini, sedang mengembangkan pembuatan bumbu yang mampu bertahan lama tanpa harus menggunakan pengawet dengan kualitas dan cita rasa yang tidak berubah," kata dia.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Geger Markas Judol di Rumah Dinas TNI, Letkol Arman Jadi Tersangka
• 6 jam lalu
0
thumb
1.216 Film Mancanegara Ramaikan Unej Film Festival 2026 di Jember
• 10 jam lalu
0
thumb
Wisatawan Curhat Mobil Mau Dirampas Debt Collector di Yogya, Padahal Beli Cash
• 10 jam lalu
0
thumb
Tiga Srikandi TelkomGroup Beri Perspektif Kepemimpinan di Bali Tech Week 2026
• 8 jam lalu
0
thumb
Kalsel raih terbaik pertama inovasi layanan ekspor dari Kemendag
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.