JAKARTA, DISWAY.ID-- PDI Perjuangan mulai memperluas jangkauan Sekolah Partai agar tidak lagi terkesan eksklusif bagi kalangan tertentu saja.
Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPP PDI Perjuangan sekaligus Anggota Komisi II DPR RI, Komarudin Watubun, menjelaskan, langkah ini diambil karena masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda.
BACA JUGA:Terima Merit Award dari Pemerintah Moldova, Prof. Deby Vinski: Buka Peluang Kerja Sama Indonesia dan Moldova
"Ya, kalau selama ini kan terkesan sekolah partai itu elitis ya, untuk untuk orang partai saja, untuk kelas tertentu saja," ujar Komarudin di Sekolah Partai PDIP, Rabu, 21 Oktober 2026.
Ia menegaskan pentingnya keterlibatan anak muda dalam politik agar tidak menimbulkan masalah serius di masa depan.
"Jadi kita mulai membuka diri untuk sekolah partai lebih luas jangkauannya. Karena kita sadar betul bahwa masa depan Indonesia itu ada di generasi muda. Jadi kalau sampai generasi mudanya tidak tertarik dengan politik, itu menjadi masalah serius. Termasuk kamu juga nanti sekolah, sekolah di sini," jelasnya.
BACA JUGA:Kabar Gembira! Tiket Pesawat Ekonomi Bebas Beban PPN saat Nataru, Cek Syarat dan Tanggal Berlakunya
Terkait pelaksanaan kegiatan tersebut, seorang kader PDIP wanita menjelaskan bahwa kegiatan ini terbuka secara umum untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.
"Kita undang pertama itu masih umum saja, bebas saja. Karena yang paling penting itu bukan PDIP-nya, tapi perjuangan Bung Karno dan Ibu Mega itu harus diwariskan kepada generasi penerus. Di situ ada nilai, ya. Perjuangan itu yang harus diteruskan. Di sana kita belajar bagaimana Pancasila, dasar negara, supaya jangan kita buat pelanggaran terhadap konstitusi," ujarnya.
Selain itu, Komarudin juga menekankan pentingnya proses bagi generasi muda yang bercita-cita menjadi pemimpin bangsa.
BACA JUGA:Ada Lagi MBG 2.0! BGN Janji Fokus pada Keamanan Pangan, Tak Hanya Jumlah Penerima
"Jadi kita sadarkan kepada generasi muda bahwa semua berproses, tidak ada yang jatuh dari langit. Supaya suatu ketika mereka jadi pejabat, mau jadi presiden, wakil presiden, harus siap, tidak bisa dipaksa. Nanti bikin rusak negara itu," tegasnya.






Komentar (0)