Tekanan Dana Asing di Pasar Saham Berlanjut, SRBI dan SBN Masih Diminati

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) masih mencatatkan masuknya aliran dana asing.

Tekanan Dana Asing di Pasar Saham Berlanjut, SRBI dan SBN Masih Diminati (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Aliran dana asing di pasar saham Indonesia masih tertekan pada Oktober 2026 di tengah tingginya ketidakpastian pasar keuangan global. 

Namun, instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN) masih mencatatkan masuknya aliran dana asing.

Baca Juga:
BI Siapkan 4 Langkah Strategis Cegah Penyalahgunaan QRIS untuk Judi Online

Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) perlu terus diperkuat untuk menjaga ketahanan eksternal di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Pada triwulan III 2026, investasi portofolio asing mencatat arus keluar bersih (net outflows) sebesar USD80 juta. Arus keluar tersebut terutama dipicu oleh pelepasan saham oleh investor asing seiring tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Baca Juga:
Pasar Modal Tertekan Isu MSCI, BI Pantau Outflow dan Dorong Arus Modal Masuk

"Tekanan terhadap aliran dana asing di pasar saham berlanjut pada Oktober 2026. Di sisi lain, SRBI dan SBN justru mencatat aliran masuk dana asing (inflows)," kata Destry dalam konferensi pers pengumuman hasil RDG BI Bulan Oktober 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Perkembangan tersebut membuat investasi portofolio asing secara keseluruhan pada triwulan IV-2026 hingga 19 Oktober mencatat arus masuk bersih sebesar USD660 juta.

Baca Juga:
BI Andalkan Insentif Hedging Jaga Rupiah, Modal Asing Masuk USD9,9 Miliar

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus USD3,55 miliar pada Agustus 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan surplus pada Juli 2026 sebesar USD120 juta.

Dari sisi eksternal, posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir September 2026 tercatat sebesar USD146,3 miliar. Jumlah tersebut setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Baca Juga:
BI Pangkas GWM Bank Umum dan Syariah Mulai November 2026

"Posisi cadangan devisa itu juga berada di atas standar kecukupan internasional, yakni sekitar tiga bulan impor," ujar Destry.

BI memperkirakan ketahanan eksternal Indonesia tetap kuat. Di mana Transaksi berjalan sepanjang 2026 diprakirakan mengalami defisit dalam kisaran 1,6 persen hingga 2,4 persen dari produk domestik bruto (PDB).

(DESI ANGRIANI)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Digagas Bupati, Ketua Apdesi Takalar Parawangsa Ajak Kades, Perangkat Desa, Serta Warga Sukseskan Festival Pondok Pesantren
• 11 jam lalu
0
thumb
Ajang Global Free Zones of the Year, Tamchy SFIT Dinobatkan Rising Star Terbaik se-Asia Pasifik
• 8 jam lalu
0
thumb
5 Fakta Menarik Kim Young Kwang, Bintang Drakor Take Charge of My Heart
• 11 jam lalu
0
thumb
PDIP Dukung Siswa Tak Otomatis Naik Kelas, Soroti Anak SD Belum Lancar Baca
• 14 jam lalu
0
thumb
Wendi Cagur Geram Konten Soal Karhutla Dibatasi, Sindir Soal Judol dan Pinjol yang Masih Merajalela: Jangan Berhenti Bersuara
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.