Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan kebakaran menghanguskan seluas 60 hektare kawasan hutan di Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa peristiwa kebakaran di kawasan dataran tinggi tersebut diduga terjadi akibat adanya aktivitas masyarakat yang mengelola pohon damar, Selasa (20/10).
Baca juga: BPBD: Hujan di Kulawi dan Pipikoro tekan potensi karhutla di Sigi
Peristiwa kebakaran tersebut memerlukan perhatian serius dari berbagai unsur penanggulangan bencana di daerah agar tidak meluas.
Api kebakaran cepat merambat di area vegetasi lereng dan perbukitan setempat akibat aktivitas pengelolaan hasil hutan non-kayu yang tidak terkendali sebagaimana laporan yang dihimpun oleh tim Direktorat Pengendalian Operasi BNPB.
"Pemadaman sedang dilakukan tim gabungan, BPBD Kabupaten Sigi," kata Berton.
Menurut dia, tim gabungan di lapangan sudah melaksanakan langkah-langkah darurat, mulai dari asesmen tingkat kerusakan, upaya pemadaman titik api, hingga pembuatan jalur penyekatan.
Baca juga: Hutan di Sigi terbakar
Baca juga: Menghadirkan negara di hutan Sigi
Kendati demikian, upaya penanganan di lapangan dilaporkan menghadapi sejumlah kendala. sehingga proses pemadaman api belum bisa maksimal dilakukan.
Adapun salah satu hambatan utama diakibatkan oleh kondisi medan yang sulit dijangkau di area terdampak yang berbatasan langsung dengan kawasan penyangga Taman Nasional Lore Lindu.
"Pemadaman dan penyekatan di lokasi terdampak terkendala oleh sulitnya medan," kata Berton.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Rabu, menyampaikan bahwa peristiwa kebakaran di kawasan dataran tinggi tersebut diduga terjadi akibat adanya aktivitas masyarakat yang mengelola pohon damar, Selasa (20/10).
Baca juga: BPBD: Hujan di Kulawi dan Pipikoro tekan potensi karhutla di Sigi
Peristiwa kebakaran tersebut memerlukan perhatian serius dari berbagai unsur penanggulangan bencana di daerah agar tidak meluas.
Api kebakaran cepat merambat di area vegetasi lereng dan perbukitan setempat akibat aktivitas pengelolaan hasil hutan non-kayu yang tidak terkendali sebagaimana laporan yang dihimpun oleh tim Direktorat Pengendalian Operasi BNPB.
"Pemadaman sedang dilakukan tim gabungan, BPBD Kabupaten Sigi," kata Berton.
Menurut dia, tim gabungan di lapangan sudah melaksanakan langkah-langkah darurat, mulai dari asesmen tingkat kerusakan, upaya pemadaman titik api, hingga pembuatan jalur penyekatan.
Baca juga: Hutan di Sigi terbakar
Baca juga: Menghadirkan negara di hutan Sigi
Kendati demikian, upaya penanganan di lapangan dilaporkan menghadapi sejumlah kendala. sehingga proses pemadaman api belum bisa maksimal dilakukan.
Adapun salah satu hambatan utama diakibatkan oleh kondisi medan yang sulit dijangkau di area terdampak yang berbatasan langsung dengan kawasan penyangga Taman Nasional Lore Lindu.
"Pemadaman dan penyekatan di lokasi terdampak terkendala oleh sulitnya medan," kata Berton.






Komentar (0)