Saadiah Uluputty Geram! Bekas Karhutla Jangan Dijadikan Kebun Sawit demi Cuan

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com - JAKARTA - Anggota Komisi XIII DPR RI Saadiah Uluputty mengingatkan bahaya alih fungsi lahan bekas kebakaran hutan dan lahan atau karhutla menjadi perkebunan kelapa sawit.

Menurut Saadiah, lahan bekas karhutla harus dipulihkan, bukan langsung dimanfaatkan untuk kepentingan ekonomi.

BACA JUGA: Pemerintah Uji Coba Operasi Modifikasi Cuaca Dry Ice untuk Kurangi Asap Karhutla

“Setelah kebakaran hutan dan lahan, prioritas utama harus pemulihan ekosistem, bukan mengubah lahan terbakar menjadi perkebunan kelapa sawit,” kata Saadiah dalam keterangan resminya, Rabu (21/10).

Politikus Fraksi PKS itu menilai pemulihan lahan perlu berorientasi pada perbaikan fungsi ekologis hutan, perlindungan keanekaragaman hayati, serta pemeliharaan tata air.

BACA JUGA: Tekan Karhutla, Kemenhut Maksimalkan Operasi Modifikasi Cuaca di Kalteng

Dia mengingatkan, alih fungsi lahan tanpa mempertimbangkan dampak lingkungan dapat memperbesar risiko kerusakan ekosistem.

“Jangan melihat lahan bekas kebakaran semata-mata dari nilai ekonominya. Alih fungsi menjadi sawit berisiko mengorbankan ekosistem demi keuntungan jangka pendek,” ujarnya.

BACA JUGA: 2 Tahun Prabowo-Gibran: Mahasiswa Minta Karhutla Ditetapkan Sebagai Bencana Nasional

Saadiah juga meminta pemerintah memperketat pengawasan terhadap pemanfaatan lahan pascakarhutla.

Status kawasan, kelengkapan izin, dan ketentuan perlindungan lingkungan harus menjadi perhatian utama.

Dia menegaskan bahwa penggunaan lahan yang melanggar aturan kehutanan maupun perlindungan gambut tidak boleh dibiarkan.

“Jika 'sawitisasi' dilakukan dengan melanggar ketentuan kehutanan, perizinan, atau perlindungan gambut, praktik tersebut harus ditindak tegas,” tuturnya.

Selain persoalan hukum, Saadiah menyoroti ancaman kebakaran berulang akibat perubahan fungsi lahan, terutama di kawasan gambut.

Menurut dia, pengeringan gambut dan perubahan tata air dapat membuat lahan lebih rentan terbakar ketika musim kemarau tiba.

“Di lahan gambut, pengeringan dan perubahan tata air dapat meningkatkan risiko kebakaran berulang. Karena itu, pemulihan hidrologis harus menjadi prioritas,” ujarnya.

Dia meminta pemerintah tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan pemulihan lingkungan berjalan secara berkelanjutan.

Saadiah menekankan pentingnya pengawasan dan penegakan hukum agar lahan terdampak karhutla tidak kembali mengalami kerusakan akibat pemanfaatan yang tidak sesuai aturan.

“Keberhasilan penanganan karhutla bukan sekadar memadamkan api, tetapi memulihkan ekosistem, mengawasi pemanfaatan lahan, dan mencegah kebakaran berulang,” katanya. (kkp/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur : Mufthia Ridwan
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Buka Rapat 2 Tahun Prabowo-Gibran, Seskab Teddy Pamerkan Pencapaian Kabinet
• 1 jam lalu
0
thumb
Pemprov DKI Siap Berkolaborasi dalam Penanganan Persoalan Jakarta
• 17 jam lalu
0
thumb
MAKA Grup Kembali Gelar MAKA Fest, Hidupkan Semangat Tumbuh SAMA-SAMA
• 2 jam lalu
0
thumb
Foto: Ledakan Alga yang Mengancam Ekosistem Ikan di Danau Mawang, Sulsel
• 2 jam lalu
0
thumb
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Manajemen Risiko
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.