Jepang mencatatkan defisit perdagangan yang lebih tinggi dari pekiraan pada September 2026 karena pertumbuhan ekspor melambat.
IDXChannel - Jepang mencatatkan defisit perdagangan yang lebih tinggi dari pekiraan pada September 2026 karena pertumbuhan ekspor melambat.
Ekspor naik 16,7 persen secara tahunan pada September, melambat dari pertumbuhan 19,3 persen pada Agustus.
Dilansir dari Investing pada Rabu (21/10/2026), pertumbuhan ekspor di bawah ekspektasi pasar yang memprediksi peningkatan 20,1 persen.
Impor meningkat 18,9 persen dari tahun sebelumnya, melambat dari kenaikan 28,0 persen pada bulan Agustus.
Pertumbuhan impor juga di bawah perkiraan para ekonom. Mereka sebelumnya memprediksi peningkatan 19,6 persen.
Neraca perdagangan menunjukkan defisit sebesar 536,6 miliar yen (Rp61 triliun), lebih kecil dari defisit 1,11 triliun yen yang tercatat sebulan sebelumnya tetapi lebih besar dari 181,0 miliar yen yang diperkirakan oleh pasar.
Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan impor melambat, ekspor juga kehilangan momentum, sehingga Jepang memiliki defisit perdagangan yang lebih besar dari yang diperkirakan.
Kinerja perdagangan tetap menjadi tolok ukur penting bagi perekonomian Jepang yang bergantung pada ekspor, dengan permintaan global, pergerakan mata uang, dan biaya impor energi memengaruhi perekonomian secara lebih luas. (Wahyu Dwi Anggoro)






Komentar (0)