​Apakah Pelek Mobil Mempengaruhi Pengereman? Ini 7 Hal yang Perlu Diketahui

medcom.id
1 jam lalu
Cover Berita
DKI Jakarta: Pelek mobil tidak hanya memengaruhi tampilan kendaraan, tetapi juga dapat memengaruhi karakteristik pengereman melalui bobot, desain, dan kesesuaiannya dengan sistem rem. Meski demikian, mengganti pelek dengan model yang lebih ringan atau berdiameter lebih besar tidak otomatis membuat mobil berhenti lebih cepat.

Kemampuan pengereman mobil dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari daya cengkeram ban, kondisi sistem rem, kecepatan kendaraan, hingga permukaan jalan. Karena itu, pemilihan pelek perlu mempertimbangkan spesifikasi kendaraan dan kompatibilitasnya dengan komponen lain.

Saat pengemudi menginjak pedal rem, sistem pengereman mengubah energi kinetik kendaraan menjadi panas melalui gesekan. Pada rem cakram, kampas rem menjepit cakram untuk memperlambat putaran roda. 

Lantas, bagaimana pengaruh pelek mobil terhadap pengereman? Situs resmi Daihatsu memberikan tujuh hal yang perlu diketahui. 1. Bobot Pelek Memengaruhi Karakteristik Kendaraan Pelek yang lebih ringan dapat mengurangi massa berputar (rotational mass) dan massa tak tertumpu (unsprung mass). Massa tak tertumpu merupakan komponen kendaraan yang tidak sepenuhnya ditopang oleh pegas suspensi, termasuk roda dan ban.
 

Baca Juga :

Jangan Sepelekan! Ini Alasan Mesin Mobil Wajib Dimatikan Saat Isi BBM


Pengurangan bobot roda dapat memengaruhi respons akselerasi dan deselerasi serta cara suspensi merespons permukaan jalan. Namun, pelek yang lebih ringan tidak otomatis memperpendek jarak pengereman secara signifikan.

Daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan dan kemampuan sistem rem tetap menjadi faktor utama dalam menentukan seberapa efektif kendaraan dapat berhenti. 2. Desain Pelek Memengaruhi Pendinginan Rem Desain palang dan bagian tengah pelek dapat memengaruhi aliran udara di sekitar cakram rem. Aliran udara yang mendukung pelepasan panas berpotensi membantu menjaga temperatur sistem pengereman dan mengurangi risiko brake fade, yaitu penurunan efektivitas pengereman akibat panas berlebih.

Penelitian Ananya Bhardwaj yang diterbitkan SAE International pada 2017 menemukan bahwa perubahan geometri bagian tengah roda dalam simulasi tertentu meningkatkan koefisien perpindahan panas cakram rem sekitar 33–50 persen dibandingkan desain pembanding.

Meski demikian, hasil penelitian tersebut tidak otomatis berlaku untuk semua jenis pelek. Efektivitas pendinginan tetap bergantung pada desain roda dan kondisi aliran udara di sekitar sistem rem. 3. Pastikan Jarak Bebas Pelek dan Kaliper Rem Memadai Brake clearance merupakan ruang bebas antara pelek dan komponen sistem rem, terutama kaliper. Jarak ini harus memadai agar pelek tidak bersentuhan dengan komponen rem ketika roda berputar.
 

Baca Juga :

Jangan Sepelekan Abu Vulkanik, Bisa Rusak Mobil


Sebelum mengganti pelek, periksa diameter, lebar, offset, dan bentuk bagian dalamnya. Spesifikasi tersebut menentukan kecocokan pelek dengan sistem rem, suspensi, dan bodi kendaraan.

Ruang bebas yang lebih besar juga tidak selalu menjamin pendinginan rem lebih baik. Aliran udara dipengaruhi oleh desain roda secara keseluruhan, bukan hanya jarak antara pelek dan kaliper. 4. Material Pelek Berpengaruh terhadap Bobot dan Penghantaran Panas Pelek baja dan pelek aluminium memiliki karakteristik berbeda dalam hal bobot serta konduktivitas termal atau kemampuan menghantarkan panas. Pelek aluminium dapat memiliki bobot lebih ringan, bergantung pada desain dan konstruksinya, serta umumnya mempunyai konduktivitas termal lebih tinggi daripada baja.

Namun, material pelek saja tidak menentukan efektivitas pendinginan sistem rem. Desain roda, aliran udara, dan konstruksi sistem pengereman turut memengaruhi proses pelepasan panas.

Karena itu, pemilihan pelek sebaiknya mempertimbangkan bobot, kekuatan, kapasitas beban, dan kesesuaiannya dengan kendaraan, bukan hanya jenis material yang digunakan. 5. Diameter Pelek Berkaitan dengan Ukuran Sistem Rem Pelek berdiameter lebih besar berpotensi menyediakan ruang untuk memasang cakram dan kaliper rem berukuran lebih besar. Namun, mengganti pelek saja tidak otomatis meningkatkan kemampuan pengereman jika sistem rem tidak mengalami perubahan.
 

Baca Juga :

Baterai Koin Jangan Disepelekan, Bisa Bahaya Kalau Tertelan Anak


Penggunaan pelek dan ban yang lebih besar juga berpotensi menambah bobot roda atau mengubah diameter luar ban. Perubahan tersebut dapat memengaruhi karakteristik kendaraan, bergantung pada spesifikasi komponen yang digunakan.

Oleh sebab itu, pastikan ukuran pelek dan ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan. Jika ingin meningkatkan kapasitas pengereman, kecocokan seluruh komponen sistem rem perlu diperhitungkan, bukan hanya diameter pelek. 6. Kondisi Ban dan Sistem Rem Tetap Menjadi Faktor Utama Ban merupakan satu-satunya bagian kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan. Kondisi tapak, tekanan angin, dan daya cengkeram ban berpengaruh terhadap kemampuan mobil memperlambat laju hingga berhenti.

Selain ban, kondisi kampas rem, cakram atau tromol, cairan rem, serta fungsi sistem pengereman juga perlu diperiksa secara berkala. Komponen yang aus atau mengalami gangguan dapat mengurangi efektivitas pengereman.

Jika mobil membutuhkan jarak lebih panjang untuk berhenti, pemeriksaan ban dan sistem rem perlu menjadi prioritas. Mengganti pelek tanpa mengetahui penyebab masalah tidak serta-merta memperbaiki kemampuan pengereman. 7. Tips Memilih Pelek Mobil yang Tepat Sebelum membeli atau mengganti pelek mobil, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar komponen tersebut sesuai dengan kendaraan:
  • Pilih ukuran yang sesuai: Pastikan diameter, lebar, dan ukuran ban kompatibel dengan spesifikasi kendaraan.
  • Perhatikan bobot dan kapasitas beban: Pilih pelek yang cukup kuat untuk menopang beban kendaraan sesuai peruntukannya.
  • Periksa ruang bebas sistem rem: Pastikan pelek tidak bersentuhan dengan kaliper, suspensi, atau bodi kendaraan.
  • Pertimbangkan desain pelek: Bentuk palang dan bagian tengah roda dapat memengaruhi aliran udara, tetapi tidak menjamin pendinginan lebih baik.
  • Pastikan pemasangan benar: Periksa offset, pola baut, keseimbangan roda, serta kekencangan baut sesuai spesifikasi kendaraan.


Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
  • URL Berhasil di Salin ​Apakah Pelek Mobil Mempengaruhi Pengereman? Ini 7 Hal yang Perlu Diketahui Klik untuk baca: https://www.medcom.id/otomotif/tips-otomotif/3NOxAzpb-apakah-pelek-mobil-mempengaruhi-pengereman-ini-7-hal-yang-perlu-diketahui

(UDA)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Jakarta Diprakirakan Berawan Hari Ini, Suhu Udara hingga 35 Derajat
• 9 jam lalu
0
thumb
Psychic Fever Rilis Album Different, Usung R&B hingga Afrobeats
• 21 jam lalu
0
thumb
Menag Tutup Kongres Syarikat Islam, Tegaskan Kembali Misi Dakwah Ekonomi dan Kemandirian Umat
• 11 jam lalu
0
thumb
Get The Look: Inspirasi Hyunbaek Core Style ala Jessica Jung
• 23 jam lalu
0
thumb
Dasco Sebut Fundamental Kuat, Optimistis Bursa Indonesia Kembali Bangkit
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.