Grid.ID - Mantan sopir Inara Rusli bernama Agung telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan akses ilegal dan penyebaran rekaman CCTV rumahnya. Meski begitu, Inara menduga ada pihak lain yang mengatur aksi tersebut.
Hal itu disampaikan Inara saat konferensi pers bersama kuasa hukumnya. Istri dari Insanul Fahmi ini menilai kecil kemungkinan Agung melakukan perbuatan tersebut seorang diri.
"Saya yakin apa yang dia lakukan ini sangat kecil kemungkinannya dilakukan secara mandiri, secara sendiri. Karena dari bukti-bukti yang ada, ada aktor intelektual," ujar Inara di Polda Metro Jaya, Senin (19/10/2026).
Inara mengaku tidak pernah mencurigai Agung selama bekerja dengannya. Terlebih, hubungan mereka selama ini berjalan baik dan Agung dikenal dekat dengan anak-anaknya.
"Saya sama sekali enggak pernah menaruh curiga sama beliau karena beliau juga peduli sama anak-anak juga. Jadi ya saya sangat percaya, sangat-sangat percaya sama beliau," ujar Inara.
Kuasa hukum Inara, Lechumanan, juga meyakini ada pihak lain di balik pencurian rekaman CCTV tersebut. Menurutnya, rekaman itu tidak mungkin diambil tanpa tujuan tertentu hingga akhirnya berpindah tangan dan digunakan sebagai barang bukti di laporan lain.
"Tidak mungkin pengambilan video itu dilakukan secara mandiri. Untuk apa dia (Agung)? Mau disimpan di rumah untuk apa? Jadi sangat tidak logis kalau tidak ada motif tertentu," tegas Lechumanan.
"Pasti ada yang menyuruh, pasti ada yang menyampaikan bahwa barang itu diperlukan untuk hal yang lain. Kami meminta penyidik Siber Bareskrim jangan hanya berhenti di Saudara Agung. Harus dikembangkan dan diperluas siapa-siapa saja yang terlibat, siapa yang menyuruh, siapa yang berkepentingan," sambungnya.
Sedangkan kuasa hukum Insanul, Deddy DJ, menyebut pihaknya telah menyerahkan petunjuk terkait dugaan keterlibatan orang lain kepada penyidik. Ia menilai Agung hanya menjalankan perintah dari pihak yang berada di belakangnya.
"Agung ini kan hanya sebagai sopir, hanya pelaksana. Saya yakin di belakang semua ini ada aktor intelektual yang men-direct," ungkap Deddy.
Meski demikian, Inara mengaku masih membuka peluang untuk berdamai melalui mekanisme restorative justice. Ia mempertimbangkan sisi kemanusiaan dan masa depan anak-anak dari pihak yang terlibat.
"Siapa yang tidak mau menurunkan ego untuk sama-sama berdamai? Bukan karena lemah, tapi ada masa depan anak yang harus kita utamakan," pungkas Inara. (*)
Artikel Asli





Komentar (0)