Anak Difabel Di-bully hingga Tewas di Jatim, Komisi IX DPR Soroti Pengawasan Anak

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi IX DPR, Nihayatul Wafiroh, menyoroti kasus perundungan terhadap anak berkebutuhan khusus di Surabaya hingga meninggal dunia. Ia mempertanyakan peran orang tua terduga pelaku di sana.

"Saya sangat prihatin dan berduka atas peristiwa ini. Tidak seharusnya ada anak yang kehilangan nyawa dalam situasi yang diduga berkaitan dengan perundungan. Apalagi, anak berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian, perlindungan, dan penerimaan dari lingkungan sekitarnya," ujar Nihayatul kepada wartawan, Rabu (21/10/2026).

Menurut Ninik, dugaan keterlibatan anak-anak berusia di bawah 12 tahun harus menjadi bahan evaluasi bersama terkait pola pengasuhan, pendidikan karakter, pengawasan, dan lingkungan sosial tempat anak tumbuh. Persoalan ini tidak cukup dipandang sebagai kenakalan anak semata.

"Ketika anak-anak seusia itu diduga terlibat dalam tindakan yang berakibat sangat serius, kita harus bertanya, di mana peran orang tua, bagaimana pengawasan di sekolah, dan nilai-nilai apa yang mereka pelajari dari lingkungan sehari-hari? Ini bukan untuk saling menyalahkan, melainkan agar kita berani melakukan evaluasi bersama," ujarnya.

Baca juga: Pelaku Perundungan Bocah Difabel hingga Tewas di Surabaya Akan Dibina 6 Bulan

Nihayatul mendesak aparat penegak hukum mengusut peristiwa tersebut secara menyeluruh, objektif, dan transparan, sekaligus memastikan hak-hak korban dan keluarganya terpenuhi. Pendampingan psikologis, kata dia, juga perlu diberikan dengan mengedepankan prinsip perlindungan anak.

"Jangan sampai anak pintar secara akademik, tetapi tidak memiliki empati dan rasa hormat kepada sesama. Anak harus diajarkan bahwa mengejek, merendahkan, mengucilkan, apalagi menyakiti orang lain bukanlah sesuatu yang bisa dianggap biasa," kata Ninik.

Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter melalui keteladanan, komunikasi terbuka, dan pengawasan pergaulan anak. Sementara itu, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan inklusif serta menindaklanjuti setiap indikasi perundungan secara serius, bukan menganggapnya sebagai candaan biasa.

Di samping itu, legislator PKB ini juga menyoroti pentingnya penguatan Sekolah Luar Biasa (SLB). Menurutnya, penguatan SLB harus menjadi bagian dari upaya negara memastikan setiap anak memperoleh pendidikan yang layak, aman, dan bermartabat.

"Penguatan SLB tidak boleh hanya berbicara soal gedung dan fasilitas. Kita juga harus memastikan ketersediaan guru yang kompeten, pendamping yang memadai, serta kurikulum yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan anak," ujar Nihayatul.

Diketahui, seorang anak penyandang disabilitas di Surabaya meninggal dunia karena diduga jadi korban bully atau perundungan. Pelaku perundungan yang masih berusia 10 dan 8 tahun itu merupakan anak tetangga korban.

Penelusuran detikJatim, kejadian keji itu terjadi di Jalan Tambak Medokan Ayu XI, Surabaya. Korban diketahui bernama Zulkarnain Abdil Aziz (10) anak kedua dari pasangan suami istri Selaras Abdul dan Nurul Fadilah.

Laras menyebut kejadian tragis yang menimpa anaknya terjadi pada 12 September 2026 di depan rumah. Saat itu sekitar pukul 09.20 WIB istrinya pulang dan mendapati korban dalam kondisi membiru serta terjatuh dari kursi rodanya.

Menurut Laras, selain wajah membiru, sebuah tali sepatu juga ditemukan menjerat leher anaknya yang mengalami keterbatasan itu. Tali itu kemudian dilepas oleh laras.

"Habis itu saya ambil tali sepatunya. Saya kendorin," katanya.

Baca juga: Bocah Di-bully hingga Tewas: 1 Pelaku Dibina 6 Bulan, 1 Saksi Dipondokkan

Karena masih bernapas, Laras kemudian meminta bantuan warga dan membawa anaknya ke RSUD Eka Candrarini. Namun, nasib berkata lain, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.




(dwr/zap)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Uji Coba Penggunaan Dry Ice dalam Operasi Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Asap Karhutla
• 15 jam lalu
0
thumb
70 Ribu Balita Terserang ISPA akibat Karhutla, PFI Wanti-Wanti Lost Generation
• 13 jam lalu
0
thumb
Mentereng! Deretan Alutsista Baru 2 Tahun Prabowo-Gibran, dari Fregat hingga Jet Tempur Rafale
• 17 jam lalu
0
thumb
Karhutla Arjuno-Welirang Masih Membara, Jarak Api ke Permukiman Hanya 2 Km
• 20 jam lalu
0
thumb
PSI Tanggapi Jokowi soal Operasi Politik dan Penumpang Gelap dalam Polemik Ijazah Gibran
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.