REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebutuhan akan perjalanan yang nyaman, aman, dan sesuai dengan kebutuhan wisatawan Muslim semakin membuka peluang baru bagi industri pariwisata global. Menjawab kebutuhan tersebut, Asosiasi Travel Agent Indonesia (ASTINDO) kembali menghadirkan Astindo Muslim Friendly Travel Fair (AMTF) 2026, yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026 di Main Atrium, Kota Kasablanka, Jakarta.
AMTF 2026 menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menemukan beragam pilihan paket wisata ke berbagai destinasi di Indonesia maupun mancanegara, termasuk destinasi dengan penduduk Muslim minoritas. Melalui pameran ini, Astindo ingin membantu wisatawan merencanakan perjalanan dengan lebih percaya diri, dengan mempertimbangkan ketersediaan makanan halal, fasilitas ibadah, serta kenyamanan selama perjalanan.
Mengusung semangat 'Go with Comfort – Reach Your Destination', AMTF 2026 mempertemukan wisatawan dengan travel agent profesional yang dapat membantu merancang perjalanan ke destinasi idaman sesuai kebutuhan, preferensi, dan anggaran. Pameran ini juga menjadi wadah bagi pelaku industri perjalanan untuk memperluas pilihan produk dan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai wisata ramah Muslim.
Peluang Besar Wisata Ramah Muslim
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Potensi pasar ini semakin nyata di tingkat global. Menurut Mastercard-CrescentRating Global Muslim Travel Index 2026, jumlah wisatawan Muslim internasional mencapai sekitar 196 juta pada 2025, meningkat 11,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini diproyeksikan mencapai 262 juta pada 2030. Dalam indeks yang sama, Indonesia menempati peringkat kedua bersama Türkiye dan Arab Saudi sebagai destinasi ramah Muslim terkemuka di dunia.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa wisata ramah Muslim bukan lagi sekadar segmen khusus, melainkan peluang strategis bagi industri perjalanan untuk menghadirkan layanan yang semakin inklusif dan relevan dengan kebutuhan wisatawan. Selain fasilitas halal dan tempat ibadah, aspek keselamatan, kemudahan akses informasi, pengalaman autentik, serta dukungan teknologi juga semakin penting dalam menentukan pilihan perjalanan.
Ketua Umum Astindo, Pauline Suharno, menyampaikan bahwa perkembangan pasar ini perlu direspons dengan memperkuat peran travel agent dalam memberikan solusi perjalanan yang terpercaya dan beragam.
"Indonesia memiliki potensi besar dalam ekosistem wisata ramah Muslim, baik sebagai negara tujuan maupun sebagai pasar wisatawan yang ingin menjelajahi dunia. Tantangannya bukan hanya menyediakan paket wisata, tetapi juga memastikan wisatawan mendapatkan informasi yang tepat, pilihan layanan yang sesuai, serta rasa aman dan nyaman selama perjalanan. Melalui AMTF 2026, Astindo ingin membantu masyarakat menemukan lebih banyak pilihan destinasi dan pengalaman wisata yang ramah Muslim, sekaligus mendorong travel agent untuk terus berinovasi dan
meningkatkan kualitas layanan," ujar Pauline Suharno.
Menurut Pauline, prinsip The Empowering Travel Agents menjadi landasan Astindo dalam mendorong anggotanya agar mampu menghadirkan solusi perjalanan dengan pilihan maskapai, destinasi, dan produk yang beragam. Dengan dukungan tenaga profesional, wisatawan dapat memperoleh pendampingan untuk merencanakan perjalanan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Komentar (0)