Wamenkop: Kopdes Bukan Program Bagi-Bagi Sembako, tapi Investasi Jangka Panjang

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Presiden Prabowo Subianto menyapa warga saat peresmian Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP/KKMP) di Nglawak, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). (Sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Mada/bar)

JAKARTA, KOMPAS.TV- Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) bukan program bagi-bagi bantuan yang manfaatnya habis dalam waktu singkat. 

Program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk membangun fondasi perekonomian desa.

Farida meminta masyarakat memahami, hasil pembangunan Kopdes Merah Putih tidak bisa langsung dinikmati seluruhnya dalam waktu dekat. 

Pasalnya, pemerintah tengah membangun infrastruktur ekonomi yang diharapkan mampu menggerakkan kegiatan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

"Cukup berbeda program Kopdes dengan program yang lainnya. Kenapa? Karena Kopdes ini bukan program bagi-bagi sembako atau program bagi sekali habis untuk belanja," kata Farida dalam laporan khusus KompasTV, Dua Tahun Prabowo-Gibran: Capaian dan Catatan, Selasa (20/10/2026) malam.

Baca Juga: Mahasiswa Tuntut Evaluasi Program Pemerintah, BAKOM RI: Siap Dengar Aspirasi Mahasiswa

"Tetapi program ini adalah program investasi. Kenapa? Karena pemerintah sedang membangun infrastruktur ekonomi yang ada di desa. Sehingga perhitungannya adalah investasi," lanjutnya.

Ia menerangkan, karakter Kopdes Merah Putih sebagai investasi jangka panjang membuat keberhasilan program tersebut tidak bisa hanya diukur dari manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.

Sepanjang 2025 pemerintah masih berfokus pada pembentukan kelembagaan koperasi. Sementara itu, pada 2026, program mulai memasuki tahap operasionalisasi agar koperasi yang telah dibentuk dapat menjalankan kegiatan usaha.

Meski manfaat jangka panjang membutuhkan waktu, Farida memastikan pemerintah tetap berupaya menghadirkan dampak yang bisa segera dirasakan masyarakat.

"Yang bisa dilihat dalam jangka waktu dekat adalah penyediaan barang kebutuhan sehari-hari dengan harga yang murah. Itu yang dalam jangka waktu dekat," jelasnya.

Baca Juga: Gerindra & Pengamat Politik Soal Evaluasi 42 Menteri Prabowo, Bahlil-Raja Juli Disorot | SAPA MALAM

Prabowo Ingin Kopdes Merah Putih sebagai Penggerak Utama Ekonomi Desa

Lebih jauh, Farida mengatakan Presiden Prabowo menginginkan Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi tempat masyarakat membeli kebutuhan pokok, tetapi juga berkembang sebagai penggerak utama kegiatan ekonomi di desa.

"Tetapi lebih dari itu, Pak Presiden menginginkan Koperasi Desa Merah Putih ini sebagai lokomotif ekonomi yang ada di desa. Di mana masyarakat desa tidak hanya dilibatkan sebagai objek pembangunan, tetapi menjadi subjek," tuturnya.

Ia mencontohkan potensi pengelolaan sumber daya air di desa yang selama ini belum tentu memberikan manfaat ekonomi optimal bagi masyarakat setempat.

Bisa jadi ada desa yang memiliki sumber daya air melimpah, tapi kegiatan usaha yang memanfaatkan sumber daya tersebut justru dimiliki pemodal dari luar desa.

"Para pemilik modal, entah dari mana, datang ke desa dengan modalnya, mengurus atau mengeksplorasi air menjadi pabrik air minum dalam kemasan. Tetapi kepemilikannya adalah mereka," paparnya. 

Baca Juga: Wamenkop Farida: Kopdes Merah Putih Masih Disiapkan, Warga Punya Harapan Besar

Melalui Kopdes Merah Putih, pemerintah ingin mengubah pola tersebut dengan memberikan kesempatan lebih besar kepada masyarakat des, untuk memiliki dan mengelola kegiatan usaha berbasis sumber daya lokal.

Kendati menekankan manfaat jangka panjang, Farida tidak menampik bahwa pelaksanaan Kopdes Merah Putih hingga kini masih menghadapi berbagai tantangan.

Ia mengakui program tersebut belum berjalan sempurna karena masih berada dalam proses pengembangan dan operasionalisasi.

"Kami menyadari betul program ini dijalankan masih dalam proses, jauh dari kesempurnaan, masih belum sempurna. Karena memang tahapannya hari ini adalah tahapan operasionalisasi," katanya. 

Pemerintah, kata dia, harus membuktikan bahwa Kopdes Merah Putih benar-benar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Yang pasti, kita akan menghadirkan bukti nyata. Seperti tadi disampaikan, satu-satunya jalan untuk meningkatkan kepercayaan dan kepuasan publik adalah menghasilkan kerja nyata," tambahnya. 

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada

Sumber : Kompas TV

Tag
  • wamenkop farida farchah
  • koperasi desa merah putih
  • kdmp
  • kopdes
  • program bagi sembako
  • ekonomi desa
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Terdengar Gemuruh, Puing Roket China Jatuh di Kebun Sawit Sampit, Kalteng
• 21 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Siapkan Strategi Jaga Harga BBM Bersubsidi hingga Akhir Tahun
• 1 jam lalu
0
thumb
Sertifikat Hijau APP Terancam Ditangguhkan Imbas Kabut Asap Lintas Negara
• 18 jam lalu
0
thumb
BNPT Ungkap Ancaman Ideologi Kekerasan Terhadap Anak di Ruang Siber, Ribuan Jiwa Rentan Terpapar
• 2 jam lalu
0
thumb
Karhutla di Gunung Arjuno-Welirang Meluas, Ada 70 Titik Api
• 19 jam lalu
0
Berhasil disimpan.