Transformasi Digital dan Pembangunan Fisik Dorong Produksi Pangan dari Sumatera hingga Papua

okezone.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA — Program penguatan ketahanan pangan nasional menunjukkan perkembangan positif dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto - Wapres Gibran Rakabuming. Perkembangan in tercapai melalui peningkatan produksi, penguatan cadangan beras pemerintah, perbaikan infrastruktur pertanian, serta perluasan inovasi dari berbagai daerah.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan pada sejumlah indikator produksi pangan nasional sepanjang tahun 2025. Produksi padi Indonesia tercatat mencapai 60,21 juta ton gabah kering giling (GKG), atau mengalami kenaikan sebesar 13,29 persen dibandingkan tahun 2024. Seiring dengan peningkatan tersebut, produksi beras untuk konsumsi penduduk tercatat sebesar 34,69 juta ton (naik dari 30,62 juta ton pada 2024), dengan perluasan luas panen padi yang tumbuh 12,69 persen menjadi 11,32 juta hektare.

Tren kenaikan volume ini juga terjadi pada komoditas jagung. BPS mencatat produksi jagung pipilan kering berkadar air 14 persen pada 2025 mencapai 16,16 juta ton, tumbuh 6,74 persen dari tahun sebelumnya. Adapun untuk tahun 2026, proyeksi neraca pangan nasional yang dirujuk pemerintah memperkirakan total produksi dari delapan komoditas strategis—meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit—berpotensi menyentuh angka 72,91 juta ton, berbanding perkiraan kebutuhan nasional sebesar 68,22 juta ton. Meskipun terdapat potensi selisih positif sebesar 4,69 juta ton, angka tersebut merupakan kalkulasi proyeksi yang realisasinya masih bergantung pada dinamika hingga akhir tahun.

Baca Juga :
Menteri Dody Sebut Proyek KSPEAN Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Di sektor cadangan pangan, Perum BULOG melaporkan realisasi pengadaan dalam negeri melalui skema Public Service Obligation (PSO) hingga 11 Oktober 2026 mencapai 4.131.492 ton setara beras. Capaian ini melampaui target pengadaan sebesar 4 juta ton, serta meningkat dibandingkan realisasi 2025 sebesar 3.191.969 ton. Pada periode tanggal yang sama, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) berada di angka lebih dari 4,6 juta ton, yang secara teknis memberi ruang bagi pemerintah dalam pelaksanaan stabilisasi harga dan penyaluran bantuan pangan.

Tren positif dan perkembangan ini berhasil dicapai melalui upaya pemerintah termasuk dengan penerapan teknologi digital di sektor pertanian yang mengiringi  pembenahan infrastruktur fisik.

 

Baca Juga :
Dari Importir ke Eksportir, Prabowo: Indonesia Siap Perkuat Ketahanan Pangan Dunia


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemerintah Respons Aksi Greenpeace di Bundaran HI, Siapkan Rp26,34 Triliun untuk Tekan Biaya Hidup
• 12 jam lalu
0
thumb
Respons Berkelas Shin Tae-yong Soal Tren Buruk Persija di Laga Kandang Kontra Arema FC: Ayo Segera Patahkan
• 16 jam lalu
0
thumb
ASI: Kepercayaan ke Prabowo-Gibran 61,4 Persen, Kepuasan Beda Angka
• 5 jam lalu
0
thumb
Polda Jateng Bongkar Pengiriman Ribuan Total Miras Ilegal Ke Karimunjawa
• 14 jam lalu
0
thumb
Hasil BRI Super League: Gagal Kalahkan Java United, Isenmulang Kalteng FC Masih Terjebak di Zona Degradasi
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.