Luhut Bidik Hilirisasi Kratom dan Kemenyan di 2027: Ini Sama Seperti Nikel

viva.co.id
12 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Pemerintah mulai memperluas agenda hilirisasi ke sektor pertanian dengan membidik komoditas kratom dan kemenyan. Kedua komoditas tersebut dinilai memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Hal tersebut disampaikan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan. Ia mengatakan, pemerintah tengah mempersiapkan pengembangan hilirisasi kratom dan kemenyan yang ditargetkan diluncurkan pada Maret 2027.

Baca Juga :
DEN Sebut Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Ekspor Hilirisasi Melesat
Luhut Usul Kaji Ulang Definisi Korupsi, Presiden Setuju

"Ada dua yang akan hilirisasi dari pertanian yaitu satu adalah kratom, yang kedua yang ada banyak di Kalimantan yang bisa menjadi obat. Kedua adalah mengenai kemenyan," kata Luhut dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2026). 

Menurut Luhut, pemerintah melihat peluang pasar yang dapat dimanfaatkan dari pengembangan kedua komoditas tersebut. Hilirisasi diharapkan tidak berhenti pada penjualan bahan mentah, tetapi berlanjut ke produk olahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

"Dua barang ini saya pikir kami melihat market, bisa beberapa miliar atau berapa puluh miliar downstreaming-nya," katanya.

Luhut tidak merinci lebih lanjut mata uang, periode, maupun cakupan pasar yang menjadi dasar perkiraan tersebut. Karena itu, potensi nilai pasar yang disebutkan masih perlu dilihat dalam konteks pengembangan dan kesiapan industri kedua komoditas.

Sebagai bagian dari persiapan, pemerintah merencanakan peresmian pusat riset (research center) yang berfokus pada pengurutan genom (genome sequencing) di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara. Presiden Prabowo Subianto direncanakan meresmikan pusat riset tersebut pada Maret 2027 sekaligus sebagai bagian dari pengembangan hilirisasi kratom dan kemenyan.

Namun, peresmian itu akan dilakukan apabila seluruh persiapan berjalan sesuai rencana. Pemerintah masih menyiapkan berbagai aspek pengembangan kedua komoditas tersebut sebelum memasuki tahap peluncuran.

Luhut menilai, hilirisasi kratom dan kemenyan dapat menjadi langkah lanjutan dalam memperluas pengolahan sumber daya alam Indonesia. Selama ini, agenda hilirisasi nasional banyak dikaitkan dengan sektor mineral, terutama nikel.

Ia menyebut pengembangan industri berbasis pertanian membutuhkan proses bertahap, sebagaimana pengalaman Indonesia dalam mendorong hilirisasi nikel.

"Ini sama seperti nikel waktu kita mulai 10 tahun yang lalu. Sekarang era Presiden Prabowo ada dari pertanian yaitu hilirisasi kratom, hilirisasi tadi kemenyan," ujar Luhut. (Ant)

Baca Juga :
Rosan sebut Hilirisasi Pilar Utama Strategi Ekonomi, Ternyata Karena Ini
Investasi Tembus Rp9.100 Triliun! Rosan Roeslani sebut Hilirisasi Mesin Ekonomi RI, MIND ID Buka Babak Baru
Kementerian ESDM Terus Tingkatkan Persetujuan RKAB

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Polda Kepri dan Kedubes AS perkuat koordinasi penanganan TPPO
• 16 jam lalu
0
thumb
Perselingkuhan Berujung Sanksi Berat: Hakim K Terbukti Lakukan Hubungan Terlarang, Begini Nasibnya Kini
• 11 jam lalu
0
thumb
Kasus Muntaber di Tangsel Bertambah Jadi 176 Orang
• 23 jam lalu
0
thumb
KPK Bongkar Dugaan Korupsi Pengadaan BNPB, Selimut hingga Pompa Banjir Jadi Sorotan!
• 20 menit lalu
0
thumb
SPPG di Cirebon Di-suspend Buntut Ratusan Siswa Diduga Keracunan MBG
• 10 jam lalu
0
Berhasil disimpan.