REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin memerintahkan seluruh camat dan lurah untuk memperkuat koordinasi dengan aparat TNI-Polri dalam menggelar patroli malam. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap maraknya aksi perang kelompok yang terjadi di beberapa titik di Kota Makassar.
Penegasan tersebut disampaikan Munafri saat memimpin rapat koordinasi bersama jajaran Kodim 1408/Makassar, Polrestabes Makassar, serta seluruh camat dan lurah di Makassar, Selasa. Ia menekankan bahwa persoalan tawuran tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat keamanan.
"Kejadian marak belakangan ini perlu ditangani bersama-sama, oleh karena itu Pemerintah Kota Makassar bersama TNI-Polri harus bergerak bersama untuk melakukan pencegahan dan memastikan persoalan ini bisa diselesaikan," ujar Munafri.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kolaborasi Lintas Sektor
Munafri menegaskan bahwa pemerintah di tingkat kecamatan dan kelurahan harus mengambil peran aktif dengan turun langsung ke masyarakat. Menurutnya, kondisi keamanan Kota Makassar merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan langkah nyata, bukan sekadar koordinasi di atas meja.
"Ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Makassar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mencegah konflik antarkelompok meluas ke wilayah lain," katanya.
Dalam arahannya, Munafri juga mengingatkan bahwa upaya menjaga keamanan tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab lurah di lokasi terjadinya tawuran. Camat dan lurah di wilayah tetangga juga wajib terlibat aktif untuk mencegah konflik meluas atau merembet ke kawasan lain.
"Jangan menganggap kalau di wilayah saya tidak terjadi, sehingga tidak perlu terlalu fokus melihat ini. Semua harus diantisipasi dengan baik, karena kita tidak ingin konflik ini menular ke wilayah lain," terangnya.
Penguatan Pos Ronda dan Deteksi Dini
Sebagai tindak lanjut, Munafri memastikan patroli malam akan dilakukan secara rutin dengan melibatkan camat, lurah, Satpol PP, serta unsur TNI dan Polri. Tidak hanya patroli, Pemerintah Kota Makassar juga akan memperkuat sistem keamanan lingkungan melalui pembenahan pos-pos ronda dan titik kumpul warga.
Keberadaan pos ronda dan komunikasi aktif antarwarga dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kewaspadaan bersama di tingkat lingkungan. Fasilitas ini akan difungsikan sebagai ruang interaksi sekaligus sarana deteksi dini terhadap potensi gangguan kamtibmas.
Komentar (0)