4 Bulan Karhutla Membara Tanpa Solusi, Prabowo Diminta Segera Tendang Menhut Raja Juli

wartaekonomi.co.id
12 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang membara tiada henti selama empat bulan terakhir memantik reaksi keras dari berbagai kalangan terhadap kinerja dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Ia bahkan dinilai layak untuk dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno melontarkan kritik tajam terhadap lambatnya respons kementerian teknis dalam memadamkan api. Ia menegaskan bahwa membiarkan hutan terbakar selama empat bulan berturut-turut merupakan indikator kegagalan manajerial yang sangat fatal bagi seorang menteri.

Baca Juga: PDIP Bongkar Lima Kegagalan Fatal Prabowo-Gibran Selama 2 Tahun Menjabat

"Ya tentu banyak sekali pihak yang berharap menteri inidiganti karena ini sudah berlarut-larut. Empat bulan itu bukan waktu yang pendek, bukan waktu yang sebentar," ujar Adi dikutip Rabu (21/10/2026).

Adi menyoroti minimnya strategi pencegahan dan penanggulangan dari Kementerian Kehutanan. Selama masa krisis tersebut, publik tidak melihat adanya terobosan taktis yang diinisiasi langsung oleh Raja Juli Antoni.

"Empat bulan tidak ada solusi, tidak ada inovasi-inovasi untuk melakukan bagaimana memadamkan api itu," tegas Adi.

Kelemahan di level kementerian teknis ini pada akhirnya memaksa presiden untuk turun tangan secara langsung mengambil alih komando krisis. Prabowo diketahui menggelar rapat terbatas darurat guna menginstruksikan operasi pemadaman karhutla berskala masif dengan melibatkan kekuatan militer penuh.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa presiden memerintahkan penebalan kekuatan operasi udara secara drastis.

Sebelumnya Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) hanya mengandalkan armada pesawat CASA. Kini Presiden Prabowo kini menginstruksikan pengerahan pesawat angkut berat C-130 Hercules Angkatan Udara.

"Sehingga tadi dikerahkan juga diperintahkan kepada tentara dry ice yang sekarang sudah dilakukan menggunakan pesawat CASA. Ini juga sudah diperintahkan menggunakan Hercules. Artinya, ini sudah melakukan operasi udara untuk penanganan karhutla," jelas Dudung.

Baca Juga: Gegara Jokowi Sendiri, Roy Suryo Yakin Akan Lolos dari Penjara

Pengerahan pesawat besar ini ditujukan untuk memaksimalkan penyemaian dry ice (es kering) dalam radius yang lebih luas guna memancing hujan buatan secara instan dan meredam ketebalan asap yang menyelimuti wilayah terdampak. Selain jalur udara, operasi darat juga diperintahkan untuk dieksekusi secara masif dan terukur.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Berikut Jadwal Keberangkatan Haji 2027, Gelombang I Dimulai 11 April
• 14 jam lalu
0
thumb
Ada Proyek Galian, Lalin Jalan Otista Arah Kampung Melayu Macet
• 4 jam lalu
0
thumb
Bakul Budaya Nusantara Ungkap Kain Batik yang di Jual R.A Kardinah untuk Pengobatan
• 21 jam lalu
0
thumb
Gempa Magnitudo 5,4 Tengah Malam Kejutkan Warga, Begini Penjelasan BMKG
• 14 jam lalu
0
thumb
KEK Kura Kura Bali Kembangkan Pembibitan 83 Spesies Tanaman untuk Dukung Pariwisata Hijau
• 20 jam lalu
0
Berhasil disimpan.