Bahlil: Golkar Lahir Bukan Hanya untuk Jadikan Ketum Presiden atau Wapres

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar Bahlil Lahadalia menegaskan partainya lahir bukan hanya untuk menjadikan ketumnya jadi presiden atau wakil presiden. Dia mengatakan Golkar lahir untuk mewujudkan cita-cita negara.

"Partai Golkar itu lahir bukan hanya semata-mata untuk menjadikan ketua umum jadi presiden sama wapres. Tapi Partai Golkar ini lahir untuk menjadi instrumen politik negara dalam mewujudkan cita-cita negara," kata Bahlil di DPP Partai Golkar, Jakarta Barat, Selasa (20/10/2026). Bahlil ditanya soal kans Golkar mendampingi Prabowo Subianto di tahun 2029.

Baca juga: Bahlil Sebut Zaman Sudah Beda: Kalau Banyak Pidato Tak Dilihat Gen Z

Cita-cita negara yang dimaksudkan yaitu keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Bahlil menyebut hal itu sebagai bagian doktrin dari Golkar.

"Untuk apa? Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, kesejahteraan, pendidikan, dan macam-macam. Itu maksud saya. Apa tujuannya Partai Golkar? Ya naikkan kursi. Itu doktrinnya," ucapnya.

Bahlil mengatakan sejak pemilu tahun 1971, belum pernah ada ketua umum Golkar yang jadi presiden. Hanya ada Soedharmono yang jadi Wakil Presiden ketika lebih dulu menjabat Ketua Umum Golkar.

"Pemilu tahun 71, belum pernah ada ketua umumnya yang menjadi presiden. Dan satu-satunya Ketua Umum Partai Golkar yang jadi ketua umum dulu baru jadi wapres adalah Pak Sudarmono," sebutnya.

Baca juga: Bahlil Singgung Masalah Ijazah Gibran: Bagian dari Demokrasi

Bahlil menyebut Golkar didirikan untuk jadi golongan penyeimbang. Kemudian terjadi reformasi pada pemilu tahun 1999.

"Partai Golkar partai yang sejak sebelum kami lahir, didirikan untuk menjadi golongan penyeimbang dari partai politik sebenarnya dulunya. Tapi pemilu 99 reformasi harus menjadi partai politik, tapi doktrinnya, tujuannya nggak berubah, menjadi politik kesejahteraan," ujarnya.

Baca juga: 2 Tahun Prabowo-Gibran, KPK Setor Rp 191,79 M ke Negara dari Pemulihan Aset




(ial/zap)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pemuda NTT Soroti Ketimpangan Pembangunan
• 14 jam lalu
0
thumb
Mensos Gus Ipul Sebut Sekolah Rakyat Buka Jalan Pemberdayaan Bagi 44 Ribu Keluarga
• 12 jam lalu
0
thumb
Gus Falah Desak Kasus Kepsek di Lamongan Diduga Dianiaya Oknum TNI Diusut Tuntas
• 16 jam lalu
0
thumb
2 Tahun Prabowo-Gibran, Program MBG Dinilai Perkuat Gizi Santri
• 4 jam lalu
0
thumb
Bakul Budaya Nusantara Ungkap Kain Batik yang Dijual R.A Kardinah untuk Pengobatan
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.