Komandan Kodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika membuka peluang memasukkan materi latihan penanggulangan bencana alam dalam kerja sama latihan militer TNI dan Australia Defence Force (ADF) ke depan. Salah satu isu yang dapat dibahas adalah penanganan kebakaran hutan yang kerap terjadi di kedua negara.
Hal itu disampaikan Naudi saat memberikan keterangan dalam penutupan latihan gabungan Keris Woomera 2026 yang melibatkan TNI dan ADF.
“Seperti di latihan Super Garuda Shield tahun ini itu ada materi tentang kebencanaan. Saya kira mungkin di depan bisa kita bicarakan dengan Australia tentang latihan kebencanaan karena ini memang mungkin sama karakteristik antara Australia dan Indonesia ada sedikit kesamaan kebakaran hutan, bencana yang sering terjadi di Australia dan di kita,” kata Naudi, di Situbondo, Jawa Timur, dalam penutupan latihan gabungan Keris Woomera 2026, Selasa (20/10).
Menurut Naudi, latihan kebencanaan dapat menjadi salah satu materi yang dikembangkan dalam kerja sama militer kedua negara. Namun, gagasan tersebut masih perlu dibicarakan lebih lanjut dengan pihak Australia.
“Dan ini juga menjadi bagian mungkin di depan bisa kita kembangkan latihan-latihan sebagainya. Dan ini ide yang sangat bagus mungkin bisa dibicarakan,” ujarnya.
Sementara Komandan Operasi Gabungan Australia, Laksamana Madya Justin Jones, mengatakan kedua negara akan menggelar kegiatan terpisah yang berfokus pada bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana pada akhir November 2026.
"Akhir bulan depan, kami akan menggelar aktivitas terpisah dengan kolega kami di TNI, fokusnya adalah bantuan kemanusiaan dan penanganan bencana," ucap Jones di lokasi yang sama.
Jones menjelaskan, meski bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana bukan fokus utama Keris Woomera 2026, kedua negara tetap dapat memanfaatkan latihan bersama untuk membahas skenario penanganan bencana.
Ia juga menyinggung keterlibatan kapal Angkatan Laut Australia, HMAS Choules, dalam kegiatan Pacific Partnership yang berfokus pada bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana di kawasan, termasuk di wilayah kepulauan Indonesia.
"Salah satu contohnya, bagaimana kami pernah membantu Indonesia saat tsunami pada 2004, hal itu membekas di ingatan kita, dan kami ingin mengulang lagi momen itu, saling membantu terutama di saat-saat yang paling dibutuhkan," kata Jones.
Latihan Keris Woomera 2026 melibatkan sekitar 2.000 personel TNI dan ADF serta berbagai alat utama sistem persenjataan dari kedua negara. Berbeda dari latihan dua tahun lalu yang berfokus pada angkatan laut dan marinir, latihan tahun ini melibatkan tiga matra TNI.
Latihan tersebut menjadi bagian dari kerja sama militer Indonesia-Australia untuk meningkatkan kemampuan kedua angkatan bersenjata dalam beroperasi bersama.






Komentar (0)