Luhut Wanti-Wanti Prabowo Soal El Nino dan La Nina, Ada Apa?

cnbcindonesia.com
1 jam lalu
Cover Berita
Foto: Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dalam Konferensi Pers Gerakan Nasional Perlinsos Digital dan Percepatan Piloting Perlinsos Digital. (Dok. DEN)

Jakarta, CNBC Indonesia - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) memberikan laporan dan rekomendasi terkait persoalan yang akan dihadapi bangsa kepada Presiden Prabowo Subianto. Salah satunya terkait dengan dampak fenomena cuaca El Nino dan La Nina yang mempengaruhi ketersediaan pangan.

Hal ini diungkapkan Luhut, usai rapat terbatas dengan presiden, di Istana Merdeka, Selasa (20/10/2026). Dalam kesempatan itu juga dihadiri Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu, dan para Anggota DEN Arief Anshory, Haryanto Adikoesoemo, Heriyanto Irawan, Mochamad Firman Hidayat, dan Septian Hario Seto.

Baca: DEN Lapor Prabowo Soal Dampak MBG: Semangat Belajar Siswa Meningkat

"Memang berbagai masalah timbul dan mungkin timbul, misalnya menyangkut El Nino, La Nina ke depan ini. Namun semua itu kami juga berikan solusi dan menurut kami manageable juga sepanjang tadi kita bersama-sama mengatasinya," kata Luhut, usai rapat.


Dari temuan DEN, fenomena kondisi pendinginan suhu muka laut yang memicu peningkatan curah hujan ini, akan berpengaruh pada produksi pangan

"Ketersediaan pangan maupun tadi kemungkinan banjir, sehingga dengan demikian ada kontijensi untuk menghadapi hal-hal yang memang di luar kemampuan kita karena itu masalah alam. Tapi bisa diprediksi bakal terjadi," kata Luhut.

Luhut merekomendasikan kepada presiden agar melakukan penyiapan terhadap stok pangan, hingga perhitungan jadwal penanaman padi.

Mari Elka Pangestu, persiapan antisipasi fenomena cuaca El Nino akan berlangsung sampai kuartal I tahun 2026, sedangkan La Nina akan berlangsung pada pertengahan tahun 2026.

Untuk itu, menurut Mari Elka, berdasarkan data yang dikumpulkan dengan identifikasi titik yang akan mengalami kekeringan, DEN merekomendasikan dengan antisipasi pompa, waktu penanaman tanaman pangan.

"Mungkin harus ditunda misalnya karena kekeringan, dan juga mengantisipasi banjir dan kemungkinan dampak bencana. Jadi ini antisipasi-antisipasi yang perlu dilakukan tapi berbasis data dan melihat perkiraan-perkiraan, terutama mengenai pangan," katanya.

Mari Elka juga melihat keterkaitan hal ini dengan cadangan beras dan harga pangan. Menurutnya distribysi dan operasi pasar perlu dilakukan.

"Karena hampir semua insiden El Nino itu pasti dibarengi dengan kenaikan harga pangan dan ini sesuatu yang harus benar-benar kita antisipasi," katanya.

Baca: Prabowo Akan Luncurkan Portal Digitalisasi Perlinsos 10 November 2026

Mari Elka juga merekomendasikan terkait kebakaran hutan dan lahan di lahan gambut, perlu dilakukan pengairan. DEN juga merekomendasikan pelayanan kesehatan di tempat tedampak karhutla seperti di Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi, dan Riau.

"Itu enam titik yang memang sangat terkena oleh asap dari kebakaran hutan, bagaimana pemerintah juga memberi pelayanan kesehatan yang khusus kepada mereka-mereka termasuk pembagian masker dan seterusnya," tuturnya.


(emy/wur)
Saksikan video di bawah ini:
Video: El Nino Menguat, Indonesia Masuk Negara Paling Terdampak

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
PLN Tambah Pembangkit 20 MW di Sigi, Membuka Harapan Masyarakat Pelosok
• 11 jam lalu
0
thumb
Demo 2 Tahun Prabowo-Gibran, Ini Daftar Jalan Jakarta yang Berpotensi Macet
• 18 jam lalu
0
thumb
Tottenham Hotspur Akhiri Puasa Kemenangan di Premier League, Bungkam Coventry 3-1
• 18 jam lalu
0
thumb
Kronologi Insiden KMP Batumandi Terbakar di Merak, Ratusan Penumpang Dievakuasi
• 3 jam lalu
0
thumb
Cara Berpikir Pejabat soal Karhutla Disorot: Lebih Baik Warga Menghirup Asap daripada Ada Bantuan dari Luar
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.