Konflik Yaman Memanas: 250.000 Orang Terpaksa Mengungsi, Houthi Gempur Kamp Latihan Pemerintah

kompas.tv
14 jam lalu
Cover Berita
Warga Yaman memeriksa rumahnya yang hancur akibat serangan rudal di daerah Taiz, Yaman, Selasa (20/10/2026). (Sumber: Marzouq Al Jabri/Associated Press)

SANA'A, KOMPAS.TV - Pemberontak Houthi dilaporkan menyerang kamp latihan pasukan pemerintah Yaman di Provinsi Shabwa, wilayah selatan Yaman, Senin (19/10/2026). Serangan ini dilaporkan menewaskan setidaknya 73 orang, semuanya rekrutan baru pasukan pemerintah Yaman.

Gubernur Shabwa Awad bin Al-Wazir menyatakan rekrutan yang menjadi korban berusia 18-20 tahun. Sebagian rekrutan pasukan pemerintah pun disebutnya belum diketahui keberadaannya.

Serangan Houthi ke kamp latihan Al-Alam, Provinsi Shabwa, dilaporkan menjadi serangan paling mematikan sejak perang saudara Yaman kembali meletus pada Juli 2026.

Perang saudara sempat terhenti dengan perjanjian gencatan senjata yang berlaku pada 2022. Namun, konflik kembali terjadi usai pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi menyerang Bandara Internasional Sana'a yang terletak di wilayah yang dikuasai Houthi.

Baca Juga: Serangan Houthi ke Arab Saudi Tunjukkan Peningkatan Kekuatan Militer Pemberontak Yaman

Awad bin Al-Wazir menyatakan Houthi menyerang kamp latihan pemerintah dengan tiga rudal balistik. Saat serangan terjadi, para rekrutan tentara disebutnya sedang berbaris untuk sesi latihan.

Gubernur Shabwa itu menyebut serangan rudal Houthi juga menimbulkan lebih dari 200 korban luka. 

"Serangan ini tidak ada hubungannya dengan pertempuran di garis depan," kata Awad bin Al-Wazir dikutip Associated Press, Selasa (20/10).

"Mereka tidak menyerang siapa pun dan tidak dikirim ke mana pun. Mereka hanya (dilatih) untuk mengamankan provinsi masing-masing."

Krisis pengungsi Yaman

Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) lebih dari 250.000 masyarakat Yaman terpaksa mengungsi sejak konflik antara Houthi dan pasukan pemerintah kembali meletus.

Juru bicara UNHCR, Matthew Saltmarsh, menyatakan berlanjutnya perang saudara memperparah krisis humaniter yang telah terjadi di Yaman.

UNHCR mencatat jumlah pengungsi yang terusir secara internal di seantero Yaman terus meningkat. Saltmarsh menekankan Yaman sudah mengalami krisis humaniter meluas karena perang saudara bertahun-tahun.

"UNHCR sangat khawatir dengan situasi pengungsi yang memburuk," kata Matthew Saltmarsh dikutip Al Jazeera.

"Jumlah pengungsi saat ini telah melebihi 250.000. Ini adalah orang-orang yang terusir di Yaman antara 1 Agustus dan 17 Oktober."

Baca Juga: Arab Saudi Sambut Kecaman DK PBB atas Serangan Houthi

 

 

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Gading-Persada

Sumber : Associated Press

Tag
  • perang saudara yaman
  • konflik yaman
  • krisis pengungsi yaman
  • yaman
  • serangan houthi
  • pasukan pemerintah yaman
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Atasi Asap Karhutla, 3,2 Ton Dry Ice Ditabur di Langit Sumsel dan Kalteng
• 17 jam lalu
0
thumb
Gaya Klasik dan Bertenaga, SUV Berteknologi REEV iCar V25 Mengaspal di China
• 3 jam lalu
0
thumb
ESDM Targetkan Antrean BBM di Jawa Timur Teratasi dalam Dua Hari
• 21 jam lalu
0
thumb
Kelompok di Balik Kerusuhan Prancis Diduga Berupaya Memperluas Kekacauan di Eropa, Taipan Pro-Komunis Juga Terlibat
• 3 jam lalu
0
thumb
Airlangga Bantah Pembagian HP Gratis untuk Bansos, Rekening Massal Tetap Jalan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.