Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar di Kasus Dugaan Pidana PT DSI

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan tindak pidana yang melibatkan PT Dana Syariah Indonesia.

Bareskrim Telusuri Aset Lebih dari Rp500 Miliar di Kasus Dugaan Pidana PT DSI (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan tindak pidana yang melibatkan PT Dana Syariah Indonesia (PT DSI). 

Dalam penanganan perkara ini, penyidik telah melakukan penelusuran aset (asset tracing) dengan nilai lebih dari Rp500 miliar yang diharapkan dapat mendukung upaya pemulihan kerugian para pemberi dana (lender).

Baca Juga:
Prabowo Terima Apresiasi Sekjen PBB atas Dukungan Indonesia

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Kombes Suhasto mengungkapkan bahwa, penyidik juga menelusuri pertanggungjawaban pidana korporasi agar pengusutan perkara tidak hanya berhenti pada pelaku perorangan.

“Korporasinya juga kami mintai pertanggungjawaban pidana. Pesannya jelas, siapa pun yang menyalahgunakan kepercayaan masyarakat di sektor keuangan akan kami kejar sampai ke aliran uangnya,” kata Suhasto kepada awak media, Selasa (20/10/2026).

Baca Juga:
Prabowo Panggil Gubernur BI hingga Menkeu ke Istana Dua Hari Berturut-turut, Bahas Apa?

Besarnya nilai aset yang ditelusuri menjadi salah satu perkembangan penting dalam perkara tersebut. Kasubdit II/Perbankan Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Arsal Sahban menjelaskan bahwa penanganan perkara dibagi ke dalam empat klaster dengan penyitaan aset yang melekat pada masing-masing berkas perkara.

“Perkara ini kami bagi ke dalam empat berkas, dan aset yang disita melekat pada masing-masing berkas. Jadi kalau publik hanya melihat satu berkas, angkanya tidak akan menggambarkan keseluruhan. Secara total, tracing aset yang telah dilakukan Subdit Perbankan nilainya lebih dari Rp500 miliar, dan itu masih terus kami kembangkan,” ujar Arsal.

Di sisi lain, penyidik mengingatkan para korban agar tetap waspada terhadap pihak-pihak yang menawarkan pengembalian dana dengan imbalan tertentu. Arsal meminta para lender menyimpan bukti penempatan dana dan mengikuti mekanisme hukum yang berlaku.

“Kami memahami keresahan para lender. Kami minta korban tetap tenang, menyimpan seluruh bukti penempatan dana, dan jangan percaya kepada pihak mana pun yang menjanjikan dana bisa cepat kembali dengan imbalan tertentu. Pengembalian aset hanya melalui mekanisme hukum,” ujar Arsal.

(kunthi fahmar sandy) 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Mantan KSAD Subagyo HS Tutup Usia, Prabowo: Selamat Jalan Jenderal
• 18 jam lalu
0
thumb
IHSG Meroket 5%, Ini Penyebabnya
• 12 jam lalu
0
thumb
4 Karakter Orang Dewasa yang Tumbuh dari Dampak Pujian “Anak Penurut” di Keluarga
• 14 jam lalu
0
thumb
Pasar Mobil Listrik Mulai Tersendat, China Anjlok 18% saat Eropa Meledak
• 14 jam lalu
0
thumb
Patroli Narkoba Polda Sulsel Sasar Kandea hingga Rajawali, Sabu 51,92 Gram Disita
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.