ISEF 2026 Resmi Ditutup, Catat Kesepakatan Bisnis Rp3,2 Triliun

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 ke-13, resmi ditutup pada Minggu, 18 Oktober 2026. Berlangsung selama lima hari sejak 14 Oktober di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, perhelatan yang diinisiasi Bank Indonesia (BI) ini menorehkan pencapaian positif dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional.

Sepanjang penyelenggaraannya, ISEF 2026 sukses memikat lebih dari 93 ribu pengunjung. Antusiasme publik tersebut tercermin pada perolehan nilai transaksi langsung yang mencapai Rp13,8 miliar. Selain transaksi ritel, ajang ini mencatatkan realisasi kesepakatan bisnis melalui forum business matching senilai Rp3,2 triliun, yang menjadi sinyal kuat besarnya potensi perluasan pasar dan akses pembiayaan syariah bagi para pelaku usaha.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan atas keberhasilan capaian tersebut. Menurutnya, lonjakan transaksi dan kesepakatan dagang ini menjadi bukti nyata peningkatan signifikan pada sektor pembiayaan serta perdagangan berbasis syariah.

"Alhamdulillah, hingga tadi malam ISEF telah dikunjungi oleh sekitar 93 ribu orang dengan nilai transaksi mencapai Rp13,8 miliar dan capaian business matching atau business deal sebesar Rp3,2 triliun," ujar Solikin dalam tayangan Zona Bisnis Metro TV, Selasa 20 Oktober 2026. 

Pada pembukaan gelaran, Wakil Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Radjad Hari Wibowo menyoroti pentingnya akselerasi sertifikasi halal untuk pelaku UMKM serta penguatan kerja sama pasar internasional. Senada, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti menegaskan bahwa transformasi digital dan pelibatan aktif generasi muda memegang peran kunci dalam memperluas jangkauan ekosistem halal.

Baca Juga :

Pekerja Muda Ingin Punya Rumah, KPR DP 1% Jadi Pilihan

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Dadang Muljawan, menegaskan bahwa posisi ISEF kini telah bertransformasi dari sekadar agenda internal bank sentral menjadi 'wakaf' bersama untuk perekonomian Indonesia secara utuh. Melalui Sharia Forum dan Sharia Fair, BI tidak hanya menyelaraskan instrumen kebijakan moneter dan makroprudensial syariah, tetapi juga memfasilitasi integrasi sektor perbankan, pasar modal, takaful, hingga optimalisasi keuangan sosial Islam (Islamic social finance).

"Jadi ISEF itu bukan hanya, bukan lagi disebut sebagai acara BI, tapi ini bisa dibilang adalah wakaf untuk Indonesia. Membangun ekonomi Indonesia secara utuh, ya. Selain itu juga kita juga mendorong adanya sumber-sumber daya keuangan syariah, baik yang sifatnya seperti monetary policy, makroprudensial yang berada di bawah mandat Bank Indonesia, juga kita dorong untuk pembiayaan komersial syariahnya melalui perbankan, capital market, ada juga insurance atau takaful, dan kita juga memfasilitasi, mendorong pengembangan Islamic social finance," kata Dadang. 

Panggung ISEF 2026 turut memberikan eksposur nyata bagi pelaku usaha rintisan anak muda dan UMKM. Salah satunya adalah Soysu, usaha rintisan mahasiswa dari PT Soysu Global Indonesia yang lolos seleksi Youth Sharia Entrepreneur Innovation Competition, program kolaborasi BI dengan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI). Perwakilan Soysu, Yudhis, menyatakan festival ini menjadi katalis penting dalam menjaring kemitraan, konsumen, serta memperkuat kesadaran jenama produk di pasar yang lebih luas.

"Untuk UMKM kami sendiri, yaitu kategorinya mahasiswa, tentunya ini sangat mendukung kami untuk akselerasi pencapaian ke depannya. Dan BI, AIBI, serta ISEF ini memberikan wadah kami untuk terus berkembang melalui mitra, kerja sama, terus juga ada konsumen-konsumen, sehingga kami bisa mengenalkan brand awareness kita, yaitu produk Soysu ke kalangan masyarakat," ujarnya. 

Dari sektor industri kreatif, ISEF 2026 menghadirkan panggung busana bergengsi Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST). Menampilkan karya-karya desainer lokal, program ini dirancang untuk mendongkrak daya saing fesyen sopan Indonesia di kancah global. Sinergi lintas sektor yang terjalin sepanjang gelaran diharapkan terus memberi dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Foto: Potret 2 Bulan Pascagempa di Manggarai Timur, NTT
• 13 jam lalu
0
thumb
Ini 3 Menteri Kinerja Terburuk Versi Survei PPI
• 23 jam lalu
0
thumb
Ada Penyampaian Pendapat di Sekitar Monas Besok, Cek Rekayasa Lalin Berikut
• 23 jam lalu
0
thumb
Prediksi Bhayangkara FC Vs PSIM di BRI Super League: Laskar Mataram Memikul Beban Berat
• 12 jam lalu
0
thumb
Hadirkan Tolito Aguirre, Superstar Series Vol. 3 Tawarkan Diskon Tiket Rp100.000
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.