CILEGON, DISWAY.ID-- Suasana mencekam mewarnai perairan Selat Sunda dekat Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa 20 Oktober 2026 sore.
Dalam rekaman video yang beredar memperlihatkan kepulan asap hitam tebal membubung tinggi dari bagian depan Kapal Motor Penumpang (KMP) Batumandi yang tengah terapung di tengah laut.
BACA JUGA:OJK dan BEI Komitmen Jaga Transaksi Bursa Tetap Lancar Usai Pertemuan dengan MSCI
Terlihat pula sejumlah penumpang yang mengenakan jaket pelampung berwarna kuning berhasil diselamatkan dan diturunkan di dermaga Pelabuhan Merak setelah dibantu oleh kapal-kapal nelayan setempat.
Proses penyelamatan ini melibatkan sinergi antara petugas Basarnas, ASDP Indonesia Ferry, serta warga sekitar.
"Saat ini kita sedang evakuasi, nanti kita kabari lagi ya," ujar Kasie Ops Badan SAR Nasional (Basarnas) Banten, Dwi Rizky, saat dihubungi wartawan, Selasa 20 Oktober 2026.
Kronologi Batumandi Terbakar
Berdasarkan informasi yang dihimpun, KMP Batumandi awalnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, sekitar pukul 14.52 WIB.
BACA JUGA:Detik-Detik KMP Batumandi Terbakar di Perairan Merak, ASDP: Seluruh Penumpang Dievakuasi!
Namun, ketika sedang mengantre jadwal sandar di sekitar Pulau Merak Besar pada pukul 16.15 WIB, kobaran api mulai terlihat oleh petugas yang berada di darat.
"Sekitar pukul 16.15 WIB, petugas darat melihat adanya percikan api di buritan bagian belakang kapal, tepatnya di dek atas untuk muat kendaraan kecil," kata Corporate Secretary ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale.
Fokus Utama Penyelamatan Korban
Hingga saat ini, tim gabungan masih memprioritaskan evakuasi seluruh penumpang dan awak kapal.
Terkait penyebab pasti kebakaran maupun data korban, pihak berwenang akan melakukan investigasi mendalam begitu proses penyelamatan dinyatakan selesai.
"Belum diketahui pasti penyebab insiden kebakaran tersebut. Keselamatan penumpang dan awak kapal merupakan prioritas utama ASDP," tukas Windy.






Komentar (0)