Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyayangkan aksi jual beli saham yang dilakukan investor semata-mata karena kepanikan menyusul pengumuman mendadak dari MSCI pada Jumat (16/10).
Dalam pengumuman terbaru lembaga penyedia indeks yang berbasis di Amerika Serikat membuka konsultasi dan mempertimbangkan pasar saham Indonesia tak lagi masuk kelompok emerging market. MSCI membuka kans Indonesia masuk dalam kelompok standalone market.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK, Hasan Fawzi, mengatakan informasi yang datang secara tiba-tiba dapat memicu ketakutan di kalangan investor. Karena itu, diperlukan kejelasan informasi agar pelaku pasar dapat memahami situasi secara lebih utuh
“Tentu kita harapkan tidak terjadi kepanikan berkelanjutan.” ujar Hasan saat ditemui di BEI, Selasa (20/10).
Menurut dia, OJK berharap aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dapat kembali berlangsung secara wajar, dengan seluruh investor memiliki akses yang setara terhadap informasi yang relevan.
Dengan demikian, keputusan untuk membeli maupun menjual saham dapat didasarkan pada pertimbangan investasi masing-masing, bukan semata-mata karena ketakutan.
Hasan menilai aksi jual dan beli merupakan bagian dari dinamika pasar. Namun, apabila keputusan menjual saham dilakukan hanya karena kepanikan tanpa didukung informasi yang lengkap, hal tersebut sangat disayangkan.
“Kalau menjual hanya karena kepanikan, ketakutan yang tidak berlandaskan informasi yang lengkap, tentu sangat disayangkan. Demikian juga sebaliknya,” katanya.
Hasan menjelaskan, sejak menerima komunikasi resmi dari penyedia indeks global pada Jumat pagi, OJK bersama regulator dan penyelenggara bursa memastikan seluruh kegiatan di pasar modal tetap berjalan secara teratur, wajar, dan efisien.
OJK juga memastikan tidak terjadi gangguan terhadap pelaksanaan transaksi perdagangan maupun kegiatan operasional BEI lainnya. Proses pengawasan serta permohonan pencatatan efek di bursa, menurut dia, tetap berlangsung secara normal.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, OJK bersama pemangku kepentingan pasar modal menggelar serangkaian pertemuan pada Sabtu dan Minggu, sebelum perdagangan kembali dibuka pada Senin.
Pertemuan itu melibatkan sejumlah pihak, antara lain analis, ekonom, anggota bursa, perwakilan pengelola dana, manajer investasi, pengelola dana pensiun, perusahaan asuransi, hingga media.
Lebih lanjut, Hasan mengatakan BEI pada Senin telah memperoleh kepastian untuk melakukan pertemuan dengan penyedia indeks global tersebut. Ia menyebut BEI telah menyampaikan perkembangan pertemuan serta respons awal berupa serangkaian kebijakan untuk menjawab kebutuhan pasar di tengah situasi terkini.
“Saya kira kemarin Bursa Efek Indonesia sudah menyampaikan bagaimana jalannya pertemuan itu dan respon awal bursa untuk menerbitkan serangkaian policy atau kebijakan untuk setidaknya menjawab kebutuhan dan respon kita terhadap kondisi pasar terakhir,” katanya.





Komentar (0)