KAI Commuter kembali mengoperasikan tujuh perjalanan Commuter Line Bogor yang sebelumnya dibatalkan karena adanya proses perbaikan dari dua rangkaian kereta (train set). Pengoperasian kembali ini dilakukan setelah satu dari dua rangkaian Commuter Line seri CLI-225 buatan PT Industri Kereta Api (INKA) selesai diperbaiki.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengungkapkan perbaikan dilakukan bersama tim teknis INKA. Dengan selesainya perbaikan tersebut, jumlah perjalanan Commuter Line Jabodetabek kembali mencapai 1.065 perjalanan pada Selasa (20/10).
“Pengoperasian kembali rangkaian ini untuk mendukung kebutuhan dan ketersediaan kapasitas angkut di lintas Bogor yang sebelumnya dilakukan penyesuaian, kini menjadi 392 perjalanan,” jelas Karina dalam keterangan resminya.
Tujuh perjalanan Commuter Line Bogor sebelumnya dibatalkan sejak 16 Oktober 2026 karena kendala teknis pada rangkaian kereta. Dengan beroperasinya kembali rangkaian tersebut, layanan di lintas Bogor kini kembali ditambah untuk memenuhi kebutuhan perjalanan pengguna.
Sebelum kembali dioperasikan, rangkaian Commuter Line tersebut telah menjalani uji dinamis oleh tim teknis KAI Commuter bersama INKA. Pengujian dilakukan untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan serta sistem operasional telah memenuhi standar yang ditetapkan.
Karina menjelaskan, pada hari libur, jumlah normal perjalanan Commuter Line sebanyak 1.032 perjalanan. Dengan demikian, perbaikan dua rangkaian KRL seri CLI-225 tidak berdampak pada jumlah perjalanan yang beroperasi pada hari libur.
Sementara itu, pada hari kerja, KAI Commuter biasanya mengoperasikan 1.065 perjalanan. Namun, pada Senin (19/10), jumlah perjalanan berkurang tujuh menjadi 1.058 perjalanan karena dua rangkaian KRL seri CLI-225 masih dalam perbaikan.
“Normalisasi perjalanan menjadi kembali 1.065 KA pada hari kerja baru dapat dilakukan mulai hari ini, Selasa (20/10) selaras dengan penyelesaian perbaikan 1 TS KRL CLI 225,” jelas Karina
KAI Commuter mencatat rata-rata volume pengguna Commuter Line lintas Bogor pada hari kerja selama Oktober 2026 mencapai 480.395 orang per hari.
Stasiun Bogor menjadi stasiun dengan volume pengguna tertinggi, yakni rata-rata 50.262 orang per hari. Sementara itu, Stasiun Citayam melayani rata-rata 35.434 orang per hari dan Stasiun Bojonggede sebanyak 31.162 orang per hari.
KAI Commuter juga menyampaikan permohonan maaf atas pembatalan tujuh perjalanan tersebut yang berdampak pada kenyamanan pengguna, terutama saat jam sibuk pagi hari.
Perusahaan mengimbau pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan serta mengikuti arahan petugas di stasiun maupun di dalam kereta. Pengguna juga dapat memantau jadwal perjalanan, posisi kereta, dan alternatif perjalanan melalui aplikasi C-Access.
“Untuk mengakses alternatif jadwal-jadwal perjalanan Commuter Line yang tersedia dan informasi jadwal serta posisi kereta dapat dipantau melalui aplikasi C-Access,” tutup Karina.






Komentar (0)