jabar.jpnn.com, KOTA BANDUNG - Sejumlah mahasiswa melakukan aksi demo di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, pada Selasa (20/10/2026).
Mereka menyoroti dua tahun kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Gibran Rakabuming Raka.
BACA JUGA: 3.248 Personel Gabungan Disiagakan untuk Jaga Demo 2 Tahun Prabowo - Gibran di Bandung
Pantauan di lokasi, mahasiswa yang berjumlah seratusan orang tiba sekira pukul 15.00 WIB.
Mayoritas dari mereka memakai almamater Universitas Pasundan (Unpas) Bandung.
BACA JUGA: Polisi Ringkus Jambret dan Penadah Hasil Kejahatan yang Beraksi di Depok dan Bogor
Setibanya di lokasi, massa membentuk lingkaran besar.
Salah satu dari mereka kemudian maju untuk melakukan orasi menggunakan alat pengeras suara.
BACA JUGA: Polres Bogor Kerahkan 500 Personel Amankan Unjuk Rasa Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
Mereka juga membawa spanduk bertuliskan ungkapan protes terhadap pemerintah.
"Hidup mahasiswa. Hidup rakyat Indonesia. Hidup perempuan yang melawan," seru mahasiswa.
Aparat kepolisian juga terlihat sudah bersiaga untuk mengamankan aksi.
Gerbang depan gedung DPRD dijaga oleh sejumlah petugas perempuan selaku negosiator.
Presiden Mahasiswa (Presma) Keluarga Mahasiswa (KM) Universitas Pasundan Muamar Baasir mengatakan, tuntutan kali ini berfokus pada persoalan ekonomi, pendidikan, represifitas aparat, hingga kebijakan dan pembangunan.
"Kami menyuarakan tentang Panca Cipta yang kita sudah gaung-gaungkan sebagai hal yang harus diciptakan oleh kabinet Prabowo-Gibran untuk menciptakan suatu keadilan sosial bagi masyarakat Indonesia," kata Muamaar di lokasi.
Di satu sisi, mahasiswa juga menyoroti sejumlah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.
Dia mendesak pemerintah segera menetapkan Karhutla sebagai bencana nasional.
"Karena kita ketahui bersama, sudah banyak korban jiwa di sana, bahkan negara-negara tetangga kita sudah merasakan dampaknya," ucap dia.
"Hari ini pemerintah tidak boleh merasa gagal dan perkasa bahwa dia bisa menyelesaikan masalah ini, tapi bukti nyatanya mana? Ini yang perlu kita bangun," sambungnya.
Pihaknya menilai, kejadian Karhutla yang menyebabkan warga terdampak asap pekat bukan hal biasa. Ia ingin pimpinan negara serius menangani bencana tersebut.
"Kami dari Bumi Pasundan melihat hal ini bukanlah hal yang biasa dan tidak boleh disepelekan. Prabowo-Gibran tidak boleh memperkosa bangsa ini. Prabowo-Gibran harus bisa tetap konsisten untuk membasmi Karhutla ini," tuturnya.
Karena itu, dengan menggelar aksi di depan Gedung DPRD, para wakil rakyat dapat menerima tuntutan yang dibawa mahasiswa.
Hal ini agar suara mahasiswa dapat didengar oleh pemerintah pusat.
"Bahwasanya DPRD sebagai badan legislatif yaitu pengawas, bisa menekan pemerintah walaupun memang ranahnya eksekutif, tapi bisa menekan pemerintah sebagai pengawas untuk menetapkan Karhutla ini sebagai bencana nasional agar semua anggaran difokuskan untuk membasmi Karhutla ini," jelasnya. (mcr27/jpnn)
Redaktur : Ridwan Abdul Malik
Reporter : Nur Fidhiah Sabrina





Komentar (0)