Pemulihan Sawah di Pakpak Bharat, Pemerintah Sesuaikan Kebutuhan Alsintan

detik.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatera Utara, mempercepat pemulihan lahan pertanian dan konektivitas masyarakat pascabencana. Penanganan diarahkan agar bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) sesuai dengan kondisi lahan, sementara perbaikan Jalan Salak-Kuta Liang dapat diselesaikan dengan konstruksi yang aman dan tahan terhadap risiko kerusakan berulang.

Di sektor pertanian, tercatat 50 hektare sawah terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, sekitar enam hektare mengalami kerusakan berat akibat tertimbun lumpur, sedangkan 44 hektare lainnya terdampak ringan akibat kerusakan jaringan irigasi primer dan sekunder.

Petani di Dusun II Sibande, Desa Tanjung Meriah, telah menerima bantuan dari Kementerian Pertanian berupa satu traktor roda empat, satu traktor roda dua, dan dua unit penyemprot tangan (hand sprayer). Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung pengolahan kembali lahan agar petani segera memasuki masa tanam.

Hasil peninjauan lapangan menunjukkan traktor roda empat belum dapat menjangkau sawah karena keterbatasan akses dan ukuran petak lahan. Alat tersebut kemudian dimanfaatkan untuk mengolah lahan darat bagi penanaman padi gogo. Sementara itu, petani mengusulkan bantuan kultivator (cultivator) berukuran lebih kecil agar dapat digunakan di lokasi sawah.

Ketua Tim Monitoring dan Evaluasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Brigjen TNI Fadjar Tjahjono, mengatakan kesesuaian alat menjadi faktor penting agar bantuan benar-benar meningkatkan produktivitas petani.

"Bantuan alsintan telah diterima, tetapi pemanfaatan traktor roda empat pada sawah yang ditinjau terkendala akses. Diperlukan penyesuaian jenis alat dengan kondisi lahan serta kepastian lokasi pemanfaatan bantuan yang sudah tersedia," kata Fadjar dalam keterangan tertulis, Selasa (20/10/2026).

Pemerintah daerah bersama Dinas Pertanian akan memverifikasi kebutuhan kultivator, kemampuan traktor roda dua yang telah tersedia, kesiapan operator, serta rencana pemeliharaan alat. Hasil verifikasi akan disandingkan dengan rencana pengadaan 117 unit alsintan prapanen dan pascapanen senilai sekitar Rp8,8 miliar dalam Rencana Induk 2026. Langkah ini dilakukan untuk mencegah ketidaksesuaian dan duplikasi bantuan.

Selain sektor pertanian, pemulihan juga berlangsung pada jalan kabupaten ruas Salak-Kuta Liang di Desa Kecupak, Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut. Pekerjaan yang didanai melalui skema Transfer ke Daerah tersebut masih berada pada tahap awal. Material konstruksi didatangkan dari Subulussalam, Aceh.

Ruas jalan itu berbatasan langsung dengan lereng curam dan memiliki ruang lalu lintas terbatas. Karena itu, pekerjaan perlu disertai penguatan tanah penopang badan jalan, penataan drainase, pemasangan pembatas pengaman dan rambu, serta pengaturan arus kendaraan selama konstruksi berlangsung.

Pelaksana pekerjaan didorong menyusun target mingguan, menjaga pasokan material dan tenaga kerja, serta menyesuaikan jadwal dengan kondisi musim penghujan. Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat akan memantau progres secara berkala dan menyampaikan kendala yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat melalui Satgas PRR.

"Perbaikan sawah perlu segera dilakukan sehingga petani dapat kembali bercocok tanam. Perbaikan Jalan Salak-Kuta Liang sedang berlangsung dan memerlukan pengawasan terhadap mutu konstruksi, kestabilan sisi jalan, drainase, serta keselamatan lalu lintas," tutup Fadjar.




(prf/ega)

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Modus Dokter Bandung Perkosa Anak Kandung: Tontonkan Video Porno, Bawa ke Hotel
• 6 jam lalu
0
thumb
Saling Dorong! Mahasiswa dan Polisi Saat Demo di Silang Monas
• 4 jam lalu
0
thumb
Istana Beberkan Intensifikasi OMC Tangani Karhutla, Curah Hujan Capai 67,45 Juta Meter Kubik
• 11 jam lalu
0
thumb
Kualitas Udara Jakarta Memburuk Imbas Karhutla, Warga Diimbau Jaga Kesehatan
• 11 jam lalu
0
thumb
Pertamina Pastikan Stok BBM di Jateng dan DIY Aman
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.