Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan pengerahan pesawat Hercules guna meningkatkan kapasitas penyemaian dry ice dalam operasi modifikasi cuaca. Sebelumnya, penyemaian dilakukan menggunakan pesawat CASA.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman menyampaikan instruksi tersebut seusai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 19 Oktober 2026.
“Diperintahkan kepada Panglima TNI, dry ice yang sekarang sudah dilakukan menggunakan pesawat CASA, ini sudah diperintahkan menggunakan Hercules,” kata Dudung.
Baca Juga :
Pemerintah Fokus Modifikasi Cuaca dengan Dry Ice Menangani Karhutla“Perintah Presiden agar lebih masif kembali tentang pengerahan pasukan, petugas, baik TNI, Polri, maupun dinas kehutanan, termasuk masyarakat yang dilibatkan,” kata Dudung.
Baca Juga :
TNI AU Kerahkan Pesawat NC-212 untuk Operasi Modifikasi Cuaca di KalimantanDari jumlah tersebut, kebakaran di kawasan hutan mencapai 1.393,16 hektare atau sekitar 40,85 persen. Sementara itu, kebakaran di Areal Penggunaan Lain (APL), yakni wilayah di luar kawasan hutan negara, mencapai 2.017,5 hektare atau sekitar 59,15 persen.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Timur Rusmadi menjelaskan bahwa meskipun kebakaran lebih banyak terjadi di luar kawasan hutan negara, kawasan hutan tetap membutuhkan perhatian.
“Meskipun sebagian besar kebakaran berada di area APL, tekanan pada kawasan hutan tetap memerlukan mitigasi terpadu,” ujar Rusmadi.
Baca Juga :
BRIN Kaji Efektivitas Dry Ice untuk Menanggulangi Asap KarhutlaUntuk mengantisipasi kebakaran lebih lanjut, Dinas Kehutanan Kalimantan Timur meningkatkan patroli pencegahan, koordinasi lintas instansi, serta keterlibatan masyarakat peduli api. (Titik Nurmalasari)





Komentar (0)